Real Madrid Perlu Belajar Menang Tanpa Jude Bellingham
Sumber Foto: Goal.com
Titik Sentris

Real Madrid Perlu Belajar Menang Tanpa Jude Bellingham

Pengalaman Ancelotti dalam Mengelola Pemain Kunci

Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, memiliki pengalaman yang cukup dalam mengelola pemain berpengalaman di timnya. Selama 18 bulan terakhir, ia menghadapi situasi dengan Luka Modric yang semakin menua. Di akhir musim lalu, Modric, yang kini berusia 38 tahun, seringkali ditanya oleh Ancelotti setelah setiap pertandingan apakah ia siap untuk bermain kembali. Meskipun usianya bertambah, Modric tetap menunjukkan performa yang mengesankan, dengan hanya bermain dalam 19 pertandingan di La Liga musim lalu.

Modric selalu menjadi pilihan utama dalam laga-laga krusial, tampil gemilang saat menghadapi Liverpool dan Chelsea di Liga Champions, serta mendominasi lini tengah saat Real Madrid berhadapan dengan Barcelona di semi-final Copa del Rey. Meskipun tidak dapat bermain lebih dari satu jam, Modric selalu menemukan cara untuk memberikan kontribusi dalam pertandingan-pertandingan penting.

Pentingnya Mengelola Bellingham

Prinsip yang sama seharusnya diterapkan dalam pengelolaan Jude Bellingham. Meskipun Bellingham memiliki kemampuan untuk bermain lebih banyak dan lebih sering dibandingkan Modric, penting untuk mempertimbangkan kapan sebaiknya ia dimainkan dan kapan sebaiknya dicadangkan. Pertandingan di Copa del Rey bisa menjadi kesempatan yang baik untuk memberikan waktu istirahat, begitu pula dengan dua laga terakhir di fase grup Liga Champions, di mana Madrid kemungkinan besar sudah memastikan tempat di fase gugur.

Tantangan di Pertandingan Melawan Tim Bawah

Namun, tantangan yang lebih besar muncul dalam laga-laga melawan tim-tim papan bawah. Sebagai contoh, Rayo Vallecano yang memulai musim dengan baik dan berada di 10 besar La Liga sebelum pertandingan terakhir. Oleh karena itu, sangat penting bagi Ancelotti untuk menghormati lawan dengan menurunkan tim terbaik.

Laga mendatang melawan Cadiz, yang berada di peringkat 16, dan Granada di peringkat 19, menjadi waktu yang ideal untuk menilai performa tim tanpa mengandalkan Bellingham. Mengingat padatnya jadwal, pertandingan melawan kedua tim tersebut seharusnya tidak memerlukan kehadiran Bellingham di menit-menit akhir. Namun, kekhawatiran muncul karena Real Madrid belum menunjukkan kemampuan maksimal saat Bellingham berada di bangku cadangan.