TWP90 Fintech Lending Meningkat Jadi 4,38%, AFPI Tanggapi Risiko Kredit Macet
Sentris Media - Tingkat risiko kredit macet di industri fintech lending kembali naik. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat TWP90 (Tunggakan Wilayah Pembiayaan 90 hari) industri fintech peer-to-peer (P2P) lending per Januari 2026 mencapai 4,38%. Angka ini naik dibandingkan Desember 2025 yang berada di kisaran 4,32% dan jauh meningkat dari Januari 2025 yang hanya 2,52%.
Meski masih dalam batas aman menurut regulasi OJK, angka tersebut sudah mendekati ambang batas maksimal sebesar 5%. Lonjakan ini memicu perhatian serius dari pelaku industri, terutama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Mereka menyatakan bahwa kenaikan TWP90 tidak serta merta terjadi begitu saja, tetapi ada faktor spesifik yang memengaruhi tren ini.
Penyebab Naiknya TWP90 Fintech Lending
Kenaikan TWP90 tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab utama, terutama dari sisi operasional dan risiko di lapangan. AFPI menyebut salah satu faktor utamanya adalah fraud atau penipuan yang terjadi di beberapa platform.
1. Fraud di Beberapa Platform
Kasus penipuan yang terjadi di sejumlah platform menjadi pemicu utama lonjakan TWP90. Salah satunya adalah PT Dana Syariah Indonesia (DSI). Ketua Umum AFPI, Entjik Djafar, menyatakan bahwa fraud ini menyebabkan jumlah kredit macet meningkat secara signifikan.
Lonjakan ini tidak hanya memengaruhi platform yang bersangkutan, tapi juga berdampak pada kinerja industri secara keseluruhan. Fraud ini membuat investor dan calon pengguna menjadi waspada, bahkan bisa memengaruhi kepercayaan publik terhadap industri fintech lending.
2. Kurangnya Pengawasan Internal
Meski sebagian besar penyelenggara sudah menerapkan kontrol kredit yang ketat, masih ada celah di beberapa platform. Pengawasan internal yang kurang maksimal memungkinkan praktik-praktik berisiko tinggi lolos dari radar.
Hal ini membuka peluang bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memanfaatkan sistem. Kondisi ini akhirnya berdampak pada kualitas portofolio pinjaman dan meningkatkan risiko tunggakan.
Baca Juga: Adira Finance Terbitkan Obligasi dan Sukuk Senilai Rp 2,5 Triliun dengan Bunga Tertinggi 5,95% di Tahun 2026
3. Peningkatan Volume Pembiayaan
Industri fintech lending terus tumbuh pesat. Outstanding pembiayaan mencapai Rp 98,54 triliun per Januari 2026, naik 25,52% secara year-on-year (YoY). Peningkatan volume ini sebenarnya menunjukkan bahwa industri masih menarik minat banyak pihak.
Namun, semakin banyaknya transaksi juga berarti semakin besar potensi risiko. Jika manajemen risiko tidak sejalan dengan pertumbuhan, maka kualitas pinjaman bisa tergerus. Ini adalah tantangan yang harus dihadapi semua pelaku industri.
Upaya Menekan TWP90 oleh AFPI dan Anggota
Meski menghadapi tantangan, AFPI dan anggotanya tidak tinggal diam. Ada beberapa langkah konkret yang diambil untuk menjaga stabilitas industri dan menekan angka TWP90.
1. Penguatan Kontrol Kredit
Salah satu langkah utama adalah memperketat kontrol kredit. Ini mencakup proses seleksi calon peminjam, verifikasi data, hingga monitoring setelah pencairan. Semakin ketat kontrol ini, semakin kecil risiko terjadinya fraud atau kredit bermasalah.
AFPI juga mendorong anggotanya untuk terus meningkatkan sistem teknologi yang digunakan. Dengan sistem yang lebih canggih, deteksi risiko bisa dilakukan secara real-time.
2. Kolaborasi dengan Otoritas
AFPI menjalin komunikasi erat dengan OJK dan instansi terkait lainnya. Kolaborasi ini penting untuk memastikan kebijakan yang diterbitkan bisa mendukung stabilitas industri.
Selain itu, kolaborasi ini juga membantu dalam penanganan kasus-kasus fraud secara cepat dan tepat. Dengan kerja sama yang baik, tindakan preventif bisa dilakukan sebelum masalah semakin besar.
3. Edukasi dan Sosialisasi
AFPI juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat dan pelaku industri. Edukasi ini mencakup pentingnya memilih platform yang terdaftar dan diawasi OJK, serta bagaimana menghindari praktik pinjaman ilegal.
Dengan masyarakat yang lebih sadar, diharapkan risiko terlibat dalam praktik berbahaya bisa diminimalkan. Ini juga membantu menjaga reputasi industri secara keseluruhan.
Baca Juga: BBRI Akan Gelar RUPST 10 April 2026, Investor Antisipasi Dividen Stabil meskipun Laba Tahunan Anjlok
Perbandingan TWP90 Fintech Lending Tahun ke Tahun
Untuk melihat lebih jelas bagaimana perkembangan TWP90, berikut adalah perbandingan data dari beberapa periode terakhir:
Periode TWP90 (%)
Januari 2024 2,10%
Januari 2025 2,52%
Desember 2025 4,32%
Januari 2026 4,38%
Dari tabel di atas, terlihat bahwa lonjakan TWP90 terjadi cukup signifikan dalam satu tahun terakhir. Ini menunjukkan bahwa tantangan industri semakin kompleks dan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.
Pentingnya Menjaga Stabilitas Industri Fintech Lending
Industri fintech lending memiliki peran penting dalam ekosistem keuangan nasional. Dengan memberikan akses ke layanan keuangan yang lebih inklusif, industri ini membantu masyarakat yang sebelumnya belum terlayani perbankan konvensional.
Namun, pertumbuhan yang cepat harus diimbangi dengan pengelolaan risiko yang baik. Jika tidak, maka industri ini bisa kehilangan kepercayaan publik dan menghadapi regulasi yang terlalu ketat.
AFPI menyadari hal ini dan terus berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas. Dengan kolaborasi dan komitmen dari semua pihak, industri ini bisa terus berkembang dengan sehat.
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersumber dari laporan resmi OJK dan pernyataan AFPI per Maret 2026. Angka-angka yang disajikan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan situasi di lapangan dan kebijakan regulator terkait. Pembaca disarankan untuk selalu merujuk pada sumber resmi untuk informasi terkini.
Author Profile
Muhammad Rizal Veto
Reporter at Desa Karangbendo
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.
Berita Terkait:
Xiaomi Pad 8 Hadir di Indonesia dengan Prosesor Snapdragon 8s Gen 4 dan Bandrol Harga Rp 7 Jutaan
Teknologi
Xiaomi 17 Ultra Meluncur di Indonesia dengan Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Sensor Kamera Leica Beresolusi 200MP Lengkap dengan Fitur Fotografi Canggih
Teknologi
Wujudkan Niat Haji Lebih Awal Melalui Edukasi Finansial Syariah FIFGROUP Palembang
Ekonomi Bisnis
Waspadai 4 Ancaman Ekonomi Global terhadap Stabilitas Nasional Menurut Ekonom Permata Bank
Ekonomi Bisnis
Waspada! Inilah Rincian Lengkap Mengapa Ekonomi Dunia Berada dalam Situasi Kritis Tahun Ini.
Ekonomi Bisnis
Waspada Modus Investasi Ilegal: Satgas PASTI Resmi Memblokir AMG Pantheon dan MBA
Ekonomi Bisnis
Tag Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Berita Nasional, ekonomi global, Ekonomi Indonesia, fintech lending, Indonesia, Kebijakan Ekonomi, Pemerintah, TWP90 Fintech Lending




