Presiden Jokowi: Pembangunan Infrastruktur Harus Merata di Seluruh Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan pembangunan infrastruktur secara merata di seluruh wilayah Indonesia, tidak hanya terfokus di Pulau Jawa. Dalam acara Nusantara Bersatu yang diselenggarakan oleh relawan Jokowi di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Sabtu, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus mencakup semua daerah untuk menghindari ketimpangan.
"Sekali lagi saya sampaikan, pembangunan tidak Jawa sentris, tetapi pembangunan juga dilakukan di luar Pulau Jawa," ucapnya.
Presiden Jokowi menekankan pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur di 38 provinsi, 514 kabupaten dan kota, serta sekitar 17 ribu pulau yang ada di Indonesia. Ia berargumen bahwa jika pembangunan hanya terpusat di Pulau Jawa, maka tujuan pemerataan infrastruktur tidak akan tercapai.
Di hadapan para relawan, Jokowi memberikan contoh konkret dari dampak positif pembangunan infrastruktur. Salah satunya adalah Sirkuit Moto GP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang dikatakan telah membawa perubahan signifikan dalam ekonomi masyarakat setempat. "Setelah adanya Sirkuit Moto GP Mandalika, sekarang Mandalika jadi titik pertumbuhan ekonomi baru," ujarnya.
Selain Mandalika, Jokowi juga menyoroti keberhasilan pembangunan infrastruktur di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pembangunan yang memadai di daerah tersebut telah menjadikan pantai yang indah sebagai sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
Melalui dua contoh ini, Jokowi menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah tidak bersifat Jawa sentris, melainkan bertujuan untuk menciptakan titik-titik ekonomi baru di berbagai wilayah di Indonesia.




