Perubahan Drastis Hutan Kalimantan Timur Seiring Pembangunan Ibu Kota Nusantara
Sumber Foto: detikcom
Titik Sentris

Perubahan Drastis Hutan Kalimantan Timur Seiring Pembangunan Ibu Kota Nusantara

Hutan di Kalimantan Timur mengalami perubahan signifikan sejak dimulainya proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Perubahan ini tercatat oleh satelit NASA, yang menunjukkan dampak pembangunan terhadap ekosistem hutan di wilayah tersebut.

Pada 2019, Presiden Joko Widodo mengumumkan rencana pemindahan pusat administrasi negara dari Pulau Jawa ke Pulau Kalimantan. Langkah ini, menurut pakar sosiologi kota dari Universitas Indonesia, Prof Gumilar Rusliwa Somantri, merupakan keputusan strategis yang diharapkan dapat mendorong pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.

Namun, pandangan berbeda disampaikan oleh Dwiko Budi Permadi, dosen Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Ia mengungkapkan kekhawatiran tentang dampak pembangunan IKN terhadap deforestasi di Kalimantan. Meskipun 75% dari area IKN direncanakan sebagai kawasan hijau, Dwiko menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tetap akan mengakibatkan hilangnya area hutan sebesar 30% dari total 256 ribu hektare yang ada.

Sejak dimulai pada tahun 2022, pembangunan IKN diperkirakan akan rampung pada tahun 2045. Menurut data dari NASA, perubahan penggunaan lahan terlihat jelas dari citra satelit yang diambil pada April 2022 dan Februari 2024. Dalam gambar terbaru, area tanah telah dibersihkan untuk pembangunan jaringan jalan dan fasilitas lainnya, yang direncanakan untuk menampung populasi awal sekitar 500.000 orang.

Proyek ini bertujuan untuk menciptakan kota metropolitan yang ramah lingkungan dan dapat diakses dengan berjalan kaki, dengan dukungan energi terbarukan. Namun, para peneliti mengingatkan bahwa perubahan ini dapat mengancam keberadaan hutan dan satwa liar, serta menciptakan dampak negatif bagi masyarakat adat yang tinggal di sana. Wilayah yang sedang dikembangkan dikenal kaya akan keanekaragaman hayati, termasuk habitat untuk spesies terancam punah seperti lumba-lumba Irrawaddy dan bekantan.