Pemindahan IKN Nusantara Diharapkan Mendorong Pemerataan Penduduk di Indonesia
Jakarta – Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur diharapkan dapat mendorong terjadinya pemerataan penduduk di seluruh Indonesia. Menurut pakar sosiologi kota, Prof. Gumilar Rusliwa Somantri, langkah ini akan menggeser fokus pembangunan dari Jawa yang selama ini mendominasi ke arah yang lebih merata di seluruh Nusantara.
Prof. Gumilar menyatakan, keputusan pemindahan IKN merupakan langkah politik yang visioner dan strategis. Dia menyoroti bahwa saat ini, Pulau Jawa telah memiliki sekitar 156 juta penduduk, sedangkan daya dukung ruang di pulau tersebut terbatas. Dengan adanya IKN Nusantara, diharapkan dapat terjadi pemerataan penduduk secara lebih alami.
“Kalimantan Timur sendiri memiliki populasi sekitar lima juta jiwa, sementara luas wilayahnya setara dengan Pulau Jawa, Madura, dan Bali. Dengan pemindahan IKN, diharapkan pemerataan penduduk bisa terjadi,” ujarnya.
Prof. Gumilar juga mencatat bahwa rencana pemindahan IKN ini telah dibahas sejak tahun 1960-an dan baru pada 18 Januari 2022 disahkan melalui rapat paripurna DPR RI dengan disertai pembahasan dan masukan dari para akademisi.
IKN Nusantara direncanakan untuk menjadi kota percontohan nasional yang merupakan forest city pertama di dunia. Kota ini akan menerapkan sistem transportasi massal modern yang ramah lingkungan dan memanfaatkan energi terbarukan secara luas.
“IKN Nusantara adalah kota percontohan yang akan mencakup areal seluas 250 ribu hektar, termasuk hutan lindung seluas sekitar 65 hektare,” kata Gumilar. “Pembangunannya akan menggunakan teknologi canggih untuk mengatasi berbagai persoalan seperti kekurangan air, stabilitas geologis, serta memastikan keamanan dan kenyamanan bagi penghuninya.”




