Pemindahan Ibu Kota Negara: Langkah Indonesia-sentris untuk Keadilan dan Kesejahteraan
Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purn) Budi Gunawan menegaskan bahwa pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur merupakan keputusan signifikan yang diambil oleh bangsa Indonesia. Menurutnya, langkah ini bertujuan untuk meletakkan landasan kemajuan Indonesia dalam paradigma Indonesia-sentris.
Sejarah dan Paradigma Baru
Budi Gunawan menjelaskan bahwa selama ini, pusat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Indonesia cenderung terfokus di Jawa, yang dikenal sebagai orientasi Jawa-sentris. Dengan pemindahan IKN, diharapkan dapat tercipta keadilan dan kesejahteraan yang lebih merata di seluruh wilayah Indonesia.
“Perjalanan bangsa hari ini sudah sampai ke titik di mana paradigma Indonesia-sentris adalah sebuah keniscayaan,” ungkapnya. Ia menekankan bahwa keputusan tersebut bukanlah hasil keputusan yang tergesa-gesa, melainkan merupakan evolusi dari gagasan yang telah ada sejak era Bung Karno dan menjadi lebih konkret di masa pemerintahan Presiden Jokowi.
Aspek Kajian yang Mendalam
Sebelum keputusan pemindahan IKN diambil, gagasan ini telah melewati berbagai kajian dari berbagai aspek, termasuk geografis, sosiokultural, ekonomi, serta ketahanan dan keamanan. Budi Gunawan optimis bahwa pemindahan IKN ke Kalimantan akan membawa Indonesia ke arah yang lebih kuat dan maju.
Dukungan dari Akademisi
Sejalan dengan pandangan Kepala BIN, mantan Rektor Universitas Indonesia, Prof Gumilar Rusliwa Somantri, menilai bahwa pemindahan IKN adalah langkah yang tepat. Ia berpendapat bahwa selama ini kebijakan pembangunan cenderung Jawa-sentris, yang telah menjadi beban bagi bangsa dalam jangka waktu yang lama.
“Keberanian Presiden Jokowi dan wakil rakyat di DPR untuk menggeser orientasi ini patut diapresiasi,” ujarnya dalam acara Musyawarah Wilayah Halaqah BEM Pesantren se-Kalimantan di Balikpapan. Gumilar menambahkan bahwa beban sejarah ini tidak hanya terletak pada masalah fisik, seperti kepadatan Jakarta, tetapi juga mencakup aspek sosio-kultural, ekonomi, dan ideologi.
Pernyataan Dukungan dari Peserta Musyawarah
Acara Musyawarah Wilayah Halaqah BEM Pesantren se-Kalimantan dihadiri oleh ratusan aktivis dari berbagai perguruan tinggi dan pesantren. Di akhir acara, para peserta menyatakan dukungan mereka terhadap pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur, yang selanjutnya akan dikenal dengan nama Nusantara.
“Kami halaqah BEM Pesantren se-Kalimantan mendukung pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur,” seru peserta acara secara serentak.




