Pembangunan Indonesia Masih Terpusat di Pulau Jawa Selama Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-JK
Tahun ini, Indonesia merayakan Hari Kemerdekaannya yang ke-70. Namun, tantangan dalam pemerataan pembangunan masih menjadi isu penting, terutama terkait dengan konsentrasi pembangunan yang masih terfokus di Pulau Jawa.
Pengamat ekonomi dari Institute for Development Economics and Finance, Dzulfian Syahrian, menilai bahwa pola pembangunan selama satu tahun pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla tidak menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya. Menurutnya, hasil analisis data menunjukkan bahwa pembangunan masih terpusat di Jawa, mirip dengan pola yang terjadi pada era pemerintahan Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati, dan Susilo Bambang Yudhoyono.
"Temuan tim data analisis menunjukkan bahwa dalam setahun terakhir, pembangunan masih terpusat di Jawa. Artinya, tidak ada perubahan dengan masa pemerintahan sebelumnya," ujar Dzulfian dalam sebuah diskusi di kantor Indef, Jakarta Selatan.
Beberapa daerah yang tercatat memiliki tingkat pembangunan yang rendah antara lain Maluku, Gorontalo, Maluku Utara, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Tengah. Dzulfian juga menyoroti bahwa porsi pembangunan di Pulau Jawa mencapai 58 persen, sementara Sumatera Utara hanya mendapatkan 5 persen, menunjukkan ketimpangan yang signifikan.
Dengan situasi ini, tantangan untuk mencapai pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia masih menjadi agenda penting bagi pemerintah ke depan.




