Menakar Klaim Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur Berada di Titik Tengah Indonesia
Sumber Foto: Merdeka.com
Titik Sentris

Menakar Klaim Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur Berada di Titik Tengah Indonesia

Presiden Joko Widodo menetapkan Provinsi Kalimantan Timur sebagai lokasi ibu kota baru Indonesia. Kawasan yang dipilih berada di dua kabupaten, yakni Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan pusat pemerintahan direncanakan di Kecamatan Sepaku (Penajam Paser Utara) dan Samboja (Kutai Kartanegara).

Salah satu pertimbangan yang disampaikan Jokowi adalah letaknya yang strategis. Ia menyebut lokasi ibu kota baru berada di “tengah-tengah Indonesia” sebagai bagian dari gagasan Indonesia-sentris.

Koordinat Indonesia dan lokasi calon ibu kota

Secara geografis, Indonesia berada pada rentang 6° Lintang Utara (LU) – 11° Lintang Selatan (LS) dan 95° Bujur Timur (BT) – 141° Bujur Timur.

Sementara itu, lokasi calon ibu kota baru disebut berada pada koordinat berikut:

  • Kecamatan Samboja: 116°50'BT - 117°14'BT dan 0°52'LS - 1°08'LS
  • Kecamatan Sepaku: 116°49'21,08" BT dan 00°54'43,78" LU

Penilaian ahli: “tengah” secara relatif

Ahli geografi T. Bachtiar menilai tidak keliru jika Kalimantan Timur disebut berada di bagian tengah Indonesia, terutama jika dilihat dari bentang timur-barat wilayah NKRI.

Namun, ia menekankan bahwa Kalimantan Timur merupakan wilayah yang luas sehingga sulit memastikan dua kecamatan yang dipilih benar-benar tepat berada di titik tengah Indonesia.

Menurut Bachtiar, posisi Samboja dan Sepaku lebih tepat disebut berada “relatif di tengah” dan tidak “tengah persis secara fisik”.

Pertimbangan lain di luar faktor geografis

Bachtiar juga menyampaikan bahwa penentuan lokasi ibu kota tidak hanya didasarkan pada pertimbangan geografis. Faktor antropologi dan sosiologi turut menjadi bagian penting, misalnya kesiapan dan penerimaan masyarakat setempat terhadap rencana pemindahan pusat pemerintahan. Karena itu, ia menilai diperlukan penelitian terlebih dahulu sebelum penetapan dilakukan.