Kritik Terhadap Penjaga Gawang Persebaya: Evaluasi Pasca Kemenangan Kontra PSM
Surabaya – Persebaya Surabaya berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas PSM Makassar dalam laga terbaru mereka. Meskipun demikian, tim ini masih harus menghadapi sisa-sisa evaluasi pasca kekalahan 3-1 dari Persijap. Salah satu pertanyaan yang kembali mencuat adalah seberapa aman posisi gawang Persebaya saat ini.
Dalam pertandingan melawan Persijap, kiper Ernando Ari, yang selama ini menjadi andalan tim, mendapatkan penilaian rendah dengan angka 5,8. Penilaian ini menunjukkan bahwa ia dianggap kurang sigap dalam membaca situasi krusial, terutama pada gol kedua lawan dan fase akhir pertandingan. Kritik yang muncul tidak ditujukan sebagai serangan personal, namun lebih sebagai refleksi kebutuhan regenerasi di posisi penjaga gawang.
Di lini belakang, terlihat adanya inkonsistensi yang semakin mencolok. Kerjasama antara Leo Lelis dan Jefferson Silva kerap kali terganggu, dengan kesalahan kecil yang berulang kali memberi ruang bagi Persijap untuk melakukan serangan yang efisien. Ketika pertahanan goyah, beban sepenuhnya jatuh kepada kiper.
Masalah utama Persebaya tampak jelas: sistem pertahanan yang belum cukup solid untuk melindungi kiper, ditambah dengan minimnya rotasi di posisi penjaga gawang.
Di tengah masalah pertahanan, lini depan Persebaya justru menunjukkan performa yang menjanjikan. Bruno Moreira tampil sebagai pemain kunci di sektor serangan, berhasil mencetak gol penalti pada menit 90+4 yang menjadi harapan bagi tim. Ia mencatatkan nilai 8,9, yang kontras dengan performa lini belakang yang kurang memuaskan.
Francisco Rivera juga menunjukkan kreativitas di lini tengah, sementara Gustavo Fernandes tampil agresif dalam mendukung serangan. Namun, sepak bola bukan hanya soal menyerang; ketika keseimbangan antara pertahanan dan serangan hilang, produktivitas dapat menjadi sia-sia.




