Kemensos Pastikan Proyek Percontohan Perlindungan Sosial Tidak Terfokus di Jawa
Sumber Foto: ANTARA News Jogja
Titik Sentris

Kemensos Pastikan Proyek Percontohan Perlindungan Sosial Tidak Terfokus di Jawa

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan bahwa pelaksanaan proyek percontohan dalam Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) tidak hanya berorientasi pada Pulau Jawa. Meskipun awalnya proyek tersebut dimulai di Jawa, termasuk inisiatif digitalisasi bantuan sosial dan penguatan Pusat Kesejahteraan Sosial (PKS) desa, Kemensos berkomitmen untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Penentuan Lokasi Berdasarkan Kesiapan Daerah

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa pemilihan lokasi proyek percontohan didasarkan pada kesiapan infrastruktur dan sumber daya pendukung yang ada di masing-masing daerah. Faktor-faktor seperti ketersediaan pusat data, sumber daya manusia, serta pengalaman dalam pemutakhiran data sosial menjadi pertimbangan utama.

Contohnya, program digitalisasi bantuan sosial yang awalnya diuji coba di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kini telah diperluas ke sekitar 40 daerah lainnya, termasuk lokasi di luar Pulau Jawa.

Penguatan Puskesos Desa

Dalam upaya penguatan Puskesos desa, Kemensos bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) untuk memastikan bahwa data penerima manfaat bantuan sosial akurat dan tepat sasaran. Puskesos berfungsi untuk menjangkau warga desa yang membutuhkan bantuan, khususnya mereka yang berasal dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan ekonomi terendah.

Inisiatif ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 dan Inpres Nomor 8 yang menekankan optimasi pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Rencana Pelaksanaan Proyek Percontohan

Dalam perencanaannya, beberapa desa di Provinsi Banten, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, dan Jawa Timur telah dipilih untuk menjadi lokasi proyek percontohan penguatan Puskesos pada tahun ini. Saifullah Yusuf juga menegaskan bahwa program ini dirancang untuk diterapkan secara merata di seluruh Indonesia, dengan tahapan pelaksanaan yang disesuaikan dengan kesiapan daerah masing-masing.

"Sosialisasi nasional akan dilakukan melalui sistem daring, dan jika hasilnya positif, program ini akan diterapkan secara nasional, termasuk di daerah seperti Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Papua, dan Aceh," terang Mensos Saifullah Yusuf.