Jokowi Klaim Terapkan Sistem Pertahanan yang Tidak Jawa-Sentris
Sumber Foto: gesuri.id
Titik Sentris

Jokowi Klaim Terapkan Sistem Pertahanan yang Tidak Jawa-Sentris

Jakarta — Calon Presiden Nomor 01 Joko Widodo (Jokowi) menyatakan telah menerapkan sistem pertahanan yang tidak berorientasi Jawa. Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat Debat Capres Keempat yang digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3).

Dalam pemaparannya, Jokowi mengatakan telah memerintahkan pembentukan Divisi 3 Kostrad di Makassar, Sulawesi Selatan. Selain itu, ia juga menyebut telah memerintahkan pembentukan Komando Angkatan Udara di Biak serta Armada Angkatan Laut di Sorong.

Penempatan Pasukan di Titik-Titik Strategis

Jokowi menegaskan, pemerintah telah menggelar pasukan di empat titik yang dinilainya penting, yakni Natuna, Morotai, Saumlaki, dan Biak. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar wilayah-wilayah terluar Indonesia tetap terjaga.

Radar Maritim dan Anggaran Pertahanan

Jokowi juga menyampaikan bahwa radar maritim Indonesia saat ini, menurutnya, sudah dapat mengawasi seluruh wilayah Indonesia. Ia menambahkan, anggaran pertahanan disebut telah mencapai Rp107 triliun dan berada di posisi kedua setelah anggaran pekerjaan umum, yang ia jadikan sebagai penegasan keseriusan dalam menjaga pertahanan.