IKN Nusantara Berpotensi Menjadi Kota Percontohan Nasional dengan Konsep Forest City
Sumber Foto: Kumparan.com
Titik Sentris

IKN Nusantara Berpotensi Menjadi Kota Percontohan Nasional dengan Konsep Forest City

Pakar Sosiologi dari Universitas Indonesia, Prof. Gumilar Rusliwa Somantri, memberikan pandangannya terkait dengan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur. Menurutnya, pemindahan ini merupakan sebuah keputusan politik yang sangat visioner dan strategis.

Gumilar menegaskan bahwa pemindahan IKN dapat membantu menggeser fokus pembangunan dari Jawa yang selama ini menjadi pusat perhatian ke wilayah Nusantara yang lebih merata. Ia menyatakan, "Pemindahan IKN merupakan keputusan politik negara yang sangat visioner dan strategis. Secara sosiologis, kebijakan ini berarti menggeser titik berat pembangunan dari Jawa sentris ke Nusantara sentris."

Ia menjelaskan bahwa saat ini Pulau Jawa memiliki populasi sekitar 156 juta jiwa dengan daya dukung ruang yang terbatas. Sebaliknya, Kalimantan Timur hanya dihuni oleh sekitar lima juta jiwa meski luas wilayahnya setara dengan gabungan Pulau Jawa, Madura, dan Bali. "Dengan pindahnya IKN, diharapkan pemerataan penduduk dapat terjadi secara alamiah," tambah Gumilar.

Gumilar juga menyebutkan bahwa rencana pemindahan IKN telah menjadi wacana sejak tahun 1960 dan terus dibahas hingga era reformasi, namun belum terwujud hingga saat ini. Ia menggarisbawahi bahwa proses pembuatan Undang-Undang IKN sudah berjalan sesuai prosedur yang berlaku, termasuk pembahasan dan masukan dari akademisi serta perdebatan di DPR RI.

Lebih lanjut, Gumilar berpendapat bahwa IKN Nusantara memiliki potensi untuk menjadi kota percontohan nasional dengan menerapkan konsep forest city. Menurutnya, kota ini akan mengintegrasikan sistem transportasi massal yang modern dan ramah lingkungan serta memanfaatkan sumber energi terbarukan secara masif.

"IKN Nusantara adalah kota percontohan nasional yang merupakan forest city pertama di dunia. Di dalam kota ini, area seluas 250 ribu hektar akan mencakup hutan lindung sekitar 65 hektar," ujar Gumilar. Ia juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi maju dalam pembangunan IKN untuk mengatasi berbagai tantangan seperti kekurangan air, labilitas geologis, serta memastikan keamanan, keindahan, dan kenyamanan kota.