Gibran Kritik Penggunaan Botol Plastik dalam Debat Cawapres
JAKARTA – Dalam debat keempat calon wakil presiden yang digelar pada Minggu (22/1) di Balai Sidang Jakarta, Gibran Rakabuming Raka, cawapres nomor urut 2, mengkritik penggunaan botol plastik oleh rivalnya, Muhaimin Iskandar, cawapres nomor urut 1. Kritik ini disampaikan dalam konteks perbincangan mengenai isu lingkungan hidup dan keadilan ekologis yang menjadi tema debat.
Gibran mengungkapkan, "Gus Muhaimin ini lucu ya, menanyakan masalah lingkungan hidup, tetapi itu kok pakai botol-botol plastik. Padahal saya, Pak Ganjar, Prof. Mahfud pakai botol (berbahan) kaca. Itu bagaimana komitmennya, botol plastik semua itu."
Meski menyampaikan kritik tersebut, Gibran tidak melanjutkan pernyataannya dan beralih menjawab pertanyaan Muhaimin tentang strategi pembangunan yang memperhatikan keadilan ekologis. Ia menegaskan pentingnya pembangunan yang bersifat Indonesia-sentris dan bukan lagi Jawa-sentris, serta menanggapi penolakan Muhaimin terhadap Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Intinya, di sini kita sudah berkomitmen untuk yang namanya pembangunan tidak boleh lagi Jawa-sentris, harus mulai Indonesia-sentris. Kemarin, Gus Muhaimin menolak IKN, tidak apa-apa, akan kita lanjutkan dan akan kita perkuat IKN itu," tuturnya.
Gibran melanjutkan bahwa pasangan Prabowo-Gibran akan memegang prinsip keseimbangan dalam pembangunan, dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan keberlanjutan. "Pembangunan yang masif harus mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan keberlanjutannya. Kita pastikan mencari titik tengah, sekali lagi titik tengah, titik keseimbangan," ujarnya.
Sementara itu, Muhaimin menanggapi bahwa pertanyaannya tidak terjawab. "Pertanyaan saya tidak terjawab sama sekali, karena di undang-undang kita dinyatakan bahwa potensi bioregional kita adalah bahwa wilayah nasional tidak terbagi secara politik-administrasi, tetapi ekosistem, lingkungan, sekaligus juga komunitas masyarakat yang tumbuh menjadi pertimbangan," katanya.
Gibran mempersoalkan tanggapan Muhaimin, menyatakan bahwa poin-poin mengenai pemerataan yang disampaikan Muhaimin telah ia jawab. "Loh katanya tidak menjawab pertanyaan, tetapi Gus Muhaimin ngomongin pemerataan itu kan tadi yang saya omongin, pembangunan yang tidak lagi Jawa-sentris harus Indonesia-sentris," tegasnya.
Debat keempat ini mengangkat berbagai tema, termasuk energi, sumber daya alam, pajak karbon, dan agraria, serta melibatkan 11 panelis dari berbagai bidang keahlian. Debat ini merupakan lanjutan dari serangkaian debat sebelumnya yang telah dilaksanakan sejak Desember 2023.




