Gibran Kritik Cak Imin dalam Debat Cawapres, Sebut Mungkin Dapat Contekan
Sumber Foto: Liputan6.com
Titik Sentris

Gibran Kritik Cak Imin dalam Debat Cawapres, Sebut Mungkin Dapat Contekan

Dalam debat calon wakil presiden (cawapres) yang berlangsung pada Minggu, 21 Januari 2024, Gibran Rakabuming Raka, cawapres nomor urut dua, menyampaikan kritik terhadap Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin. Gibran menilai bahwa Cak Imin tidak memahami pertanyaan yang diajukan kepadanya, dan mencurigai adanya bantuan dari anggota tim suksesnya, Thomas Lembong.

“Itu tadi saya sudah sampaikan. Gus Muhaimin mungkin tak paham yang diberikan. Dapat contekan dari Tom Lembong,” ujar Gibran dalam sesi debat tersebut.

Dalam debat itu, Gibran juga menekankan pentingnya pemerataan pembangunan, dengan fokus pada pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Ia menyatakan bahwa pembangunan IKN merupakan langkah menuju pembangunan yang tidak hanya berfokus pada pulau Jawa, tetapi juga memperhatikan semua wilayah di Indonesia.

“Katanya tak jawab pertanyaan malah ngomongin pemerataan pembangunan. Itu yang saya omongin mengenai tidak Jawa sentris, harus Indonesia sentris. Pembangunan IKN sebagai simbol transformasi pembangunan Indonesia, termasuk Papua dan daerah lainnya, sudah tidak Jawa sentris,” jelas Gibran.

Lebih lanjut, Gibran menjelaskan bahwa pembangunan yang tidak Jawa sentris harus memperhatikan masyarakat di luar Jawa, meningkatkan konektivitas, menurunkan inflasi, serta menciptakan titik pertumbuhan ekonomi baru.

“Intinya pembangunan tidak Jawa Sentris harus memperhatikan masyarakat terutama di luar Jawa. Konektivitas lebih baik lagi turunkan inflasi, menurunkan gini ratio, meningkatkan peluang kerja, dan menciptakan titik pertumbuhan ekonomi baru,” tambahnya.

Debat ini merupakan yang keempat dalam rangka Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, dengan tema yang diusung mencakup energi dan sumber daya alam, pembangunan berkelanjutan dan lingkungan hidup, pangan, agraria, serta masyarakat adat dan desa. Tiga kandidat cawapres, termasuk Gibran, Cak Imin, dan Mahfud MD, memaparkan visi dan misi mereka dalam debat yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.