Gelar Budaya Yogyakarta 2012: Upaya Melestarikan Seni Istana Sentris
Yogyakarta, ANTARA Jogja - Gelar Budaya Yogyakarta 2012 diselenggarakan sebagai upaya untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya yang berakar dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Pura Pakualaman. Kegiatan ini bertujuan memberikan inspirasi kepada para seniman dalam berkarya.
Ketua Panitia Gelar Budaya Yogyakarta 2012, Sumaryono, menyatakan bahwa acara ini diharapkan dapat menjadi wadah kreativitas bagi seniman. Pembukaan Gelar Budaya Yogyakarta 2012 berlangsung di Pendapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri I Bugisan pada hari Senin.
Acara pembukaan dimeriahkan dengan penampilan Gending Soran Pura Pakualaman dan Uyon-uyon dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Selanjutnya, pertunjukan seni tradisional dilanjutkan dengan tari pembuka Sekar Pudyastuti, peragaan busana adat tradisi Pura Pakualaman 'Mitoni', serta tarian lepas Beksan Gatotkaca-Seteja dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Gelar Budaya Yogyakarta 2012 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Disbud) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini berlangsung hingga 18 Juli 2012 dan terbuka untuk umum secara gratis. Kegiatan ini tidak hanya menampilkan seni istana sentris, tetapi juga berbagai seni rakyat. Dalam acara ini, pengunjung dapat menyaksikan peragaan busana adat keraton, fragmen Ramayana Tamansoka, Tari Srimpi Dhempel, serta wayang orang Kridha Mardawa keraton dengan lakon Harjuna Wiwaha.
Selain itu, Gelar Budaya Yogyakarta 2012 juga dimeriahkan dengan pentas seni rakyat, seperti Reog Dhodhog, Bangilun, Kobrasiswa, Tayub, Trengganon, dan Reog Suromenggolo, yang semakin memperkaya pengalaman budaya bagi masyarakat yang hadir.




