Kenaikan Harga Sembako Jelang Lebaran: Minyak Goreng dan Beras Terpantau Naik
Sentris Media - PRIANGANTIMUR NEWS - Seiring mendekatnya Lebaran 2026, beberapa harga bahan pokok di Indonesia pada 28 Februari 2026 terpantau mengalami kenaikan signifikan, terutama untuk komoditas yang menjadi kebutuhan dasar rumah tangga.
Harga sembako naik ini memicu perhatian masyarakat luas dan menjadi bahan pantauan pemerintah agar stabilitas harga tetap terjaga.
Berdasarkan data terbaru dari panel harga Badan Pangan Nasional yang diperbarui hari ini, mayoritas komoditas pangan strategi menunjukkan tren naik dibandingkan hari sebelumnya termasuk harga minyak goreng hari ini.
Kenaikan harga bahan pokok 2026 ini terlihat pada minyak goreng, beras, serta beberapa bahan pokok lain yang sering dibeli konsumen sehari-hari.
Daftar Harga Bahan Pokok 28 Februari 2026
Komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain:
Minyak goreng kemasan naik dari sekitar Rp20.252 menjadi Rp20.815 per liter.
Minyak goreng curah terpantau naik menjadi Rp17.501 per liter.
Beras khusus lokal naik menjadi Rp15.924 per kilogram.
Cabai merah keriting naik sedikit menjadi Rp40.332 per kilogram.
Jagung tingkat peternak, gula, dan tepung terigu juga mencatat kenaikan ringan.
Selain itu, komoditas lain seperti bawang merah dan beras medium non-SPHP juga mengalami peningkatan harga kecil dibanding hari sebelumnya.
Komoditas yang Turun Harga
Meski begitu, tidak semua bahan pokok mengalami kenaikan. Beberapa justru turun, termasuk:
Kondisi Harga di Daerah
Di Jawa Timur, misalnya, harga sembako pada 27 Februari juga menunjukkan tren serupa, di mana minyak goreng curah mencapai sekitar Rp18.733–Rp20.656 per liter tergantung jenis kemasan, sedangkan beras premium dan medium dibanderol di kisaran Rp12.983–Rp14.922 per kilogram.
Hal ini mencerminkan kenaikan harga komoditas pokok yang mulai terasa di berbagai wilayah.
Kenaikan harga minyak goreng dan beras ini menjadi sorotan karena kedua komoditas ini memiliki peran besar dalam pengeluaran rumah tangga, terutama menjelang momentum konsumsi tinggi seperti Ramadan dan Idulfitri. Selain itu, permintaan yang meningkat menjelang hari raya seringkali memberi tekanan pada pasokan dan harga.
Pemerintah, melalui Menteri Perdagangan dan Satgas Pangan, terus memantau harga dan ketersediaan bahan pokok di berbagai pasar, termasuk operasi pasar dan sidak langsung ke lapangan untuk memastikan pasokan cukup dan harga tidak melonjak secara drastis.
Di Sumatera Utara dan Yogyakarta, tim pengendalian inflasi dan stabilisasi pangan menyatakan pasokan masih aman dan harga relatif terkendali meski ada sejumlah kenaikan.
Selain itu, inisiatif seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah daerah juga dilakukan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau di tengah lonjakan permintaan menjelang Lebaran.
Mayoritas harga bahan pokok seperti minyak goreng dan beras memang menunjukkan tren naik pada 28 Februari 2026, meski belum terjadi lonjakan ekstrem di seluruh wilayah. Pemerintah terus mengawasi agar pasokan tetap cukup dan stabil sampai puncak konsumsi di bulan suci Ramadan dan Idulfitri.




