Kenaikan Harga Bawang Merah dan Cabai Rawit Mencolok di Pasar Nasional
Sentris Media - Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional merilis data terbaru Harga Pangan Komoditas. Bawang merah dan cabai rawit merah tercatat mengalami kenaikan signifikan per Sabtu pagi ini.
10:00:52
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional melaporkan perkembangan terkini harga sejumlah komoditas pangan pokok di seluruh Indonesia pada Sabtu pagi ini. Data yang dikelola oleh Bank Indonesia ini menunjukkan adanya fluktuasi harga yang signifikan pada beberapa bahan pokok strategis.
Per 28 Februari 2026, pukul 09.50 WITA, harga bawang merah tercatat mencapai Rp44.750 per kilogram di tingkat pedagang eceran nasional. Sementara itu, cabai rawit merah juga mengalami lonjakan harga yang cukup tinggi di berbagai daerah.
Cabai rawit merah kini dibanderol seharga Rp74.650 per kilogram, menjadi salah satu komoditas dengan harga tertinggi di kelompok hortikultura. Informasi ini penting bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk memantau stabilitas ekonomi serta merencanakan kebutuhan.
Fluktuasi Harga Bawang dan Cabai di Pasar Nasional
Data dari PIHPS Nasional yang dilansir di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), secara spesifik menyoroti kenaikan harga pada komoditas bawang dan cabai. Selain bawang merah, bawang putih juga tercatat memiliki harga yang cukup tinggi di pasaran.
Bawang putih saat ini dijual seharga Rp40.750 per kilogram, menunjukkan bahwa harga bumbu dapur utama cenderung mengalami peningkatan. Kondisi ini berpotensi mempengaruhi biaya produksi makanan dan belanja rumah tangga secara keseluruhan.
Tidak hanya cabai rawit merah, jenis cabai lainnya juga menunjukkan variasi harga yang signifikan. Cabai merah besar mencapai Rp44.150 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting berada di angka Rp45.650 per kilogram.
Cabai rawit hijau juga tidak luput dari kenaikan, dengan harga mencapai Rp53.850 per kilogram. Kenaikan harga berbagai jenis cabai ini perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah dan pihak terkait untuk menjaga daya beli masyarakat.
Perkembangan Harga Beras dan Komoditas Daging
Selain bumbu dapur, harga beras juga menjadi perhatian utama dalam laporan PIHPS Nasional. Beras kualitas bawah I dan bawah II sama-sama tercatat di harga Rp14.450 per kilogram, menunjukkan stabilitas di segmen ini.
Untuk beras kualitas medium, beras medium I dibanderol Rp15.950 per kilogram, sedangkan beras medium II sedikit lebih rendah di harga Rp15.800 per kilogram. Ketersediaan dan harga beras sangat vital bagi ketahanan pangan nasional.
Beras kualitas super I mencapai Rp17.150 per kilogram, dan beras kualitas super II di harga Rp16.700 per kilogram. Variasi harga ini mencerminkan perbedaan kualitas dan pasokan di pasar, serta preferensi konsumen.
Sementara itu, harga daging juga menunjukkan stabilitas dengan sedikit perbedaan antar kualitas. Daging ayam ras berada di harga Rp41.950 per kilogram, menjadi pilihan protein yang terjangkau bagi banyak keluarga di Indonesia.
Untuk daging sapi, kualitas I tercatat Rp144.400 per kilogram, dan kualitas II di harga Rp136.400 per kilogram. Harga daging sapi cenderung stabil namun tetap berada di kisaran tinggi, mempengaruhi daya beli konsumen.
Harga Gula, Minyak Goreng, dan Telur Ayam
Komoditas lain yang turut dipantau oleh PIHPS adalah gula pasir. Gula pasir kualitas premium tercatat di harga Rp19.850 per kilogram, menunjukkan harga yang cukup tinggi untuk jenis ini.
Gula pasir lokal sedikit lebih murah, yakni Rp18.450 per kilogram. Perbedaan harga ini bisa disebabkan oleh faktor produksi, distribusi, dan juga permintaan pasar.
Minyak goreng juga menjadi perhatian penting dalam daftar harga pangan komoditas. Minyak goreng curah dibanderol Rp19.000 per liter, sementara minyak goreng kemasan bermerek I mencapai Rp22.700 per liter.
Minyak goreng kemasan bermerek II sedikit lebih rendah di harga Rp21.650 per liter. Terakhir, harga telur ayam ras tercatat Rp32.600 per kilogram, yang juga merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat dengan permintaan tinggi.




