Revitalisasi Nilam Aceh: Dari Komoditas Tradisional Menuju Nilai Tambah Global
Sumber Foto: BeritaSatu.com
Ekonomi

Revitalisasi Nilam Aceh: Dari Komoditas Tradisional Menuju Nilai Tambah Global

Sentris Media - “Nilam tidak bisa lagi dipandang sekadar komoditas bahan baku. Ini sudah menjadi instrumen strategis dalam peta perdagangan global”

Selama bertahun-tahun, nilam Aceh dikenal sebagai minyak mentah hasil penyulingan tradisional yang diekspor ke berbagai negara. Meski Indonesia memasok sekitar 90 persen kebutuhan minyak nilam dunia, nilai tambah komoditas ini lebih banyak dinikmati industri di luar negeri.

Kepala Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK), Syaifullah Muhammad, mengatakan persoalan utama nilam Aceh bukan pada produksi, melainkan pada kualitas dan hilirisasi.

“Selama ini kita berhenti di crude patchouli oil. Nilai tambahnya diambil negara lain,” kata Syaifullah saat ditemui di Laboratorium ARC USK, Banda Aceh, Rabu (25/2/2026).