Sumatera Utara: Pusat Pembangunan Infrastruktur Indonesia Sentris
Sumber Foto: Kompasiana.com
Sentris Utama

Sumatera Utara: Pusat Pembangunan Infrastruktur Indonesia Sentris

Sosbud Pilihan

Sumatera Utara, Sebuah Potret Pembangunan Infrastruktur Indonesia Sentris

22 Juni 2016 07:27 Diperbarui: 22 Juni 2016 08:30 1186 2 0

+

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Lihat foto

Indonesia adalah bangsa yang besar dengan wilayah kepulauan yang sangat luas dengan potensi alam dan sumberdaya manusia yang melimpah. Lautan terhampar seolah tanpa batas. Daratan membentang seolah tanpa ujung. Gunung, danau, hutan, sungai menjadi pemandangan yang menghiasi alam raya Indonesia.

Seharusnya Indonesia kaya. Harusnya Indonesia mampu berdikari. Harusnya Indonesia telah sejajar dengan bangsa-bangsa maju di dunia. Indonesia memiliki modal besar untuk menciptakan peradaban baru yang lebih baik, yang lebih mensejahterakan rakyatnya.

Pemerintah saat ini tengah gencar mensosialisasikan pembangunan infrastruktur Indonesia sentris. Pembangunan yang bersifat menyeluruh dan menyentuh setiap pelosok negeri. Pembangunan yang diharapkan dapat membuka potensi lokal menuju kemandirian daerah sekaligus turut mendukung bergeliatnya perekonomian nasional.

Eksplorasi lautan dan daratan guna pembangunan infrastruktur dilakukan semaksimal mungkin untuk kemaslahatan bersama. Beberapa diantaranya bahkan memiliki tujuan khusus yang sudah semestinya didukung, seperti :

Tol Laut, Pembangunan tol laut ini berkaitan dengan harapan besar pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim. Seperti diketahui Indonesia memiliki wilayah kelautan yang sangat luas. Bahkan sejarah juga menyebut Indonesia sebagai negara maritim dengan nenek moyang seorang pelaut. Tentu saja ini menjadi salah satu pertimbangan besar mengapa menjadikan Indonesia sebagai wilayah Poros Maritim merupakan salah satu pembangunan infrastruktur sentris yang harus disegerakan.

Perbaikan Jalan Perbatasan, Fakta di lapangan menyebutkan bahwa kondisi akses jalan di perbatasan antara Indonesia-Malaysia sangat berbeda jauh. Jalan Indonesia yang mengalami banyak kerusakan, bahkan ada beberapa titik area yang belum memenuhi kriteria akses jalan yang layak sangat berbanding terbalik dengan kondisi jalan Malaysia yang sangat baik. Pemandangan kontras ini tentu saja menampar negeri ini untuk lebih giat berbenah diri dalam pembangunan khususnya pembangunan infrastrukturnya.

Pembangunan Rumah Sakit, Sudah bukan rahasia lagi jika fasilitas kesehatan di beberapa wilayah terpencil Indonesia masih jauh dari kelayakan. Minimnya rumah sakit menjadikan wilayah pelosok menjadi semakin terisolir. Akibatnya, rakyat tidak dapat memanfaatkan haknya mendapat layanan kesehatan yang baik dari pemerintah. Hal inilah yang mendasari pemerintah untuk juga fokus pada pembangunan infrastruktur di bidang kesehatan dengan pembangunan rumah sakit di berbagai wilayah pelosok Indonesia agar masyarakat dapat segera memperoleh haknya di bidang layanan kesehatan, terutama melalui layanan BPJS.

Pembangunan Sekolah, Sektor pendidikan juga menjadi fokus pembangunan infrastruktur sentris melalui pembangunan gedung sekolah di daerah-daerah pelosok karena dari pendidikan yang baik inilah akan lahir calon-calon generasi bangsa dengan kualitas SDM yang berdaya saing sehingga nantinya dapat menjadi agent of change untuk daerahnya masing-masing.

Pariwisata Internasional, Indonesia bukan Bali saja. Jika selama ini dunia internasional seolah hanya mengenal Bali sebagai destinasi wisata mereka, maka kini saatnya pemerintah bekerja keras dalam mengupayakan pembangunan infrastrukturnya di sektor pariwisata untuk mengenalkan kepada internasional bahwa Indonesia punya Danau Toba yang sangat indah dan melegenda, Raja Ampat yang bak surga wisata atau Bangka Belitong dengan seribu satu laut dan pulau kecilnya.

Pembangunan Jalan Tol, Kita semua sepakat bahwa akses jalan merupakan poin yang sangat penting dalam pengembangan pembangunan di sektor-sektor lainnya. Akses jalan yang bagus, aman, mudah, cepat dan nyaman tentu akan menjadi pertimbangan khusus yang utama bagi para investor untuk mau menanamkan modalnya di daerah. Tentu saja ini menjadi turn point menggeliatnya pertumbuhan ekonomi di daerah selanjutnya.

Program Sejuta Rumah Untuk Indonesia, Program ini juga termasuk dalam pembangunan infrastruktur Indonesia sentris mengingat salah satu masalah terbesar negara ini adalah ketidakmampuan masyarakat dalam memiliki fasilitas tempat tinggal. Padahal rumah adalah salah satu kebutuhan pokok manusia yaitu papan. Hal utama penyebabnya adalah rendahnya daya beli masyarakat terhadap kebutuhan tempat tinggalnya. Selain itu, tingginya kepemilikan rumah oleh masyarakat dapat menjadi salah satu indikator untuk mengukur tingkat keberhasilan pembangunan yang telah dilakukan oleh pemerintah. Melihat hal ini pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mencanangkan program sejuta rumah bagi rakyat. Program ini merupakan gerakan bersama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pihak Pengembang serta masyarakat umum untuk memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal layak huni terutama bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah. Upaya yang dilakukan salah satunya dengan menurunkan nominal uang muka menjadi hanya 1% dari total harga rumah serta memberikan bantuan subsidi. Pemanfaatan lahan di wilayah-wilayah daerah untuk pembangunan perumahan rakyat menjadi sasaran prioritas pemerintah guna memfasilitasi masyarakat daerah akan pemenuhan kebutuhan tempat tinggal. Bukan hanya itu, diharapkan dengan program sejuta rumah ini dapat menyegarkan kembali tingkat angka kredit sehingga perputarannya dapat mendukung upaya perbaikan perekonomian daerah dan nasional.

Jika selama ini Pulau Jawa merupakan daerah sentral pembangunan, kini saatnya daerah di luar jawa juga mendapat porsi pembangunan yang sama dengan Pulau Jawa. Pembangunan infrastruktur menjadi konsentrasi pemerintah dalam menciptakan Indonesia yang lebih baik dan maju.

Pembangunan infrastruktur di luar wilayah Jawa sedang serius percepatan pelaksanaannya mengingat kesejahteraan rakyat merupakan tujuan utama yang hendak dicapai ketika program pembangunan infrastruktur sentris ini dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan rencana.

Sumatera Utara sebagai Salah Satu Wilayah Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Sentris

Sumatera Utara yang beribukota provinsi Medan ini merupakan wilayah Indonesia yang memiliki potensi alam dan sumberdaya manusia yang sangat besar. Karena itulah tidak salah jika pemerintah melirik Sumatera Utara untuk menjadi sasaran utama pembangunan infrastruktur sentris. Banyak titik potensi yang dapat dikembangkan tersebar di wilayah yang terkenal multikultur ini.

Saat ini, pemerintah sangat serius dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur berbasis sentris di Sumatera Utara. Ada beberapa program besar yang tengah dikerjakan pemerintah terkait mendukung upaya perwujudan pembangunan, yaitu :

Jalan Tol Trans Sumatera, Wilayah Sumatera (jika dilihat dari peta) berbentuk memanjang dari Sabang (Aceh) sampai titik terbawah Lampung sangat memungkinkan untuk dibangun akses jalan bebas hambatan yang menghubungkan Sumatera dari hulu hingga hilir. Akses jalan tol Aceh-Lampung sepanjang 2.818 km ini diharapkan dapat membuka akses pembangunan sektor lainnya di daerah yang dilalui. Kemudahan akses jalan dan transportasi tentu akan berdampak pada semakin cepatnya mobilitas komoditas serta pengiriman barang/produk dari satu daerah ke daerah lain sehingga dapat menekan biaya transportasi dan logistik dan pada akhirnya akan “menghidupkan” kembali sendi-sendi perekonomian lokal yang ada. Saat ini pengerjaan utama adalah 3 ruas tol pertama yaitu tol Medan-Binjai, Medan-Kualanamu-TebingTinggi serta Kisaran-TebingTinggi. Program pembangunan infrastruktur sentris ini merupakan program besar yang dicanangkan pemerintah dan diharapkan pengerjaan 3 ruas tol utama ini akan selesai pada pertengahan tahun 2017 nanti.

Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Dunia (Danau Toba sebagai Monaco-nya Indonesia), Beberapa waktu lalu Presiden Jokowi berkunjung ke Danau Toba dan hasil dari kunjungan tersebut menyebutkan bahwa Danau Toba harus dikembangkan secara prioritas dan digadang-gadang akan dijadikan sebagai kawasan destinasi wisata bertaraf dunia. Langkah perdana yang sangat signifikan yaitu memaksimalkan akses transportasi ke Danau Toba melalui ketersediaan Bandara Silangit. Bahkan, pemerintah juga menginstruksikan agar beberapa maskapai penerbangan membuat rute baru dan melayani penerbangan langsung Jakarta-Danau Toba melalui bandara Silangit yang digadang-gadang juga akan menjadi bandara internasional. Bukan hanya itu, Danau Toba juga akan dikonsep menjadi Monaco-nya Indonesia, dimana ada pusat perkotaan yang mengelilingi danau besar seperti di negara Monaco. Diharapkan konsep ini nantinya akan “menjual” dan berhasil menarik wisatawan mancanegara untuk datang berkunjung ke Danau Toba (Sumatera Utara).

Keindahan Danau Toba dan kota yang mengelilinginya (sumber:pedomanwisata.com)

Pengembangan Kawasan Besar Industri dan Pelabuhan Kuala Tanjung-Sei Mangkei, Konsep pembangunan infrastruktur sentris lainnya juga akan berlaku bagi kawasan industri kelapa sawit di daerah Sei Mangkei Sumatera Utara. Kawasan ini akan menjadi kawasan terbesar pengolahan kelapa sawit. Indonesia akan memiliki pabrik pengolahan kelapa sawit hingga memproduksi sendiri minyak kelapa sawit serta pelabuhan terbesar di wilayah Indonesia bagian barat. Hal ini menjadi konsentrasi sebab komoditas utama di Sumatera Utara adalah kelapa sawit dan sudah saatnya Indonesia tidak lagi mengekspor bahan mentah (yang harganya murah) namun meningkat menjadi ekspor bahan setengah jadi atau jadi sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Mendukung hal ini, pemerintah akan membangun akses jalan yang menghubungkan semua lini ke wilayah ini serta pembangunan saran prasarana produksi serta kemasyarakatan di wilayah industri Sei Mangkei ini serta merampungkan pembangunan pelabuhan guna keperluan industri di kawasan Sei Mangkei tersebut

Kawasan Industri Sei Mangkei (sumber:foto istimewa batampos.co.id)

Pembangunan program sejuta rumah di Sumatera Utara, Wilayah Sumatera Utara juga tersentuh oleh program pembangunan sejuta rumah ini. Potensi alam, sumberdaya manusia serta pariwisata yang memadai menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam mewujudkan program pembangunan sejuta rumah sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur Indonesia sentris. Di wilayah Sumatera Utara ini tercatat pembangunan rumah dilaksanakan di Kota Tanjung Balai dengan nama Perumahan Jati Mas (lihat sumber detilnya di sejutarumah.id/) dan akan dikembangkan lebih luas lagi. Pembangunan ini diharapkan dapat memfasilitasi masyarakat (khususnya masyarakat Sumatera Utara) untuk pemenuhan kebutuhan tempat tinggal layak huni

perumahan bersubsidi program sejuta rumah (sumber:www.sejutarumah.id/)

Sebuah gebrakan besar yang dilakukan pemerintah melalui program pembangunan infrastruktur sentris membuktikan bahwa sentrisme tak melulu bermakna negatif seperti halnya etnosentris yang bersifat mengagungkan budaya dan kedaerahannya sendiri. Pembangunan infrastruktur sentris ini justru mengajak dan merangkul masyarakat daerah untuk dapat bersama-sama bekerja keras mendukung serta menikmati pembangunan Indonesia dan bersama-sama meraih kesejahteraan secara lebih merata. Dan Sumatera Utara, selain dapat dijadikan role model bagi daerah lain juga merupakan potret seriusnya pemerintah dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur Indonesia yang bersifat sentris.

Indonesia akan bersiap menjadi negara yang berdaya, negara yang mandiri, negara yang kaya, negara yang maju dan negara yang sejahtera. Tingkat laju perekonomian akan lebih melesat, peradaban budaya yang lebih baik serta eksistensi Indonesia di mata internasional akan lebih diakui.

Catatan Kecil

Meski demikian, catatan harus tetap ada. Kritik dan saran membangun hendaknya menjadi masukan dan bahan koreksi untuk pembangunan infrastruktur Indonesia sentris yang lebih baik. Dan catatan saya sebagai pendukung program pembangunan infrastruktur Indonesia sentris ini hendaknya setiap langkah pembangunan harus tetap memperhatikan konsep pelestarian alam dan lingkungan. Alam adalah tempat kita bernaung di dunia ini, jika dibabat habis untuk memenuhi kebutuhan manusia maka tak pelak akan berdampak pada rusaknya ekosistem dan berujung pada ketidakseimbangan lingkungan yang nantinya justru akan menjadi bumerang bagi manusia sendiri dengan terjadinya berbagai bencana alam seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, badai asap, dll. Tentu akan lebih indah jika konsep pembangunan infrastruktur Indonesia sentris ini dirancang tetap “ramah” lingkungan agar keseimbangan alam dapat terjaga dengan baik.

HALAMAN :

1

2

LIHAT SEMUA

Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya

Beri Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

KIRIM

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

TAG

pembangunanindonesiasentris

regional