Sekolah Negarawan Luncurkan Gerakan Moral untuk Perbaikan Tata Negara
MalangTerkini.com – Sekolah Negarawan berkolaborasi dengan Komunitas Bangbangwetan dan gamelan Kiai Kanjeng menggelar acara bertajuk “Sinau Kebangsaan” di Surabaya, Senin, 10 November 2025.
Forum yang dihadiri ratusan peserta ini menjadi momentum bagi gerakan intelektual Sekolah Negarawan untuk mendeklarasikan pembentukan Sekretariat Musyawarah Kenegarawanan serta menyerukan rekonstruksi pemahaman mengenai sistem ketatanegaraan, khususnya pemisahan tegas antara konsep “Negara” dan “Pemerintah.”
Acara ini digagas sebagai bentuk ijtihad intelektual untuk menggali kembali pemikiran budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) mengenai kedaulatan rakyat dan krisis tata kelola lembaga negara yang dinilai semakin kabur.
Dalam forum ini, para peserta diajak memaknai ulang peran lembaga kenegaraan dengan pendekatan budaya yang kontekstual terhadap situasi politik dan sosial masa kini.
Negara Diibaratkan Rumah Tangga yang “Broken Home”
Dalam sesi diskusi, Sekolah Negarawan menggunakan analogi “Rumah Tangga” untuk menggambarkan kondisi tata negara Indonesia saat ini.
Mereka menilai bahwa Negara adalah rumah tangga, MPR berperan sebagai “Suami,” Rakyat sebagai “Istri” sekaligus pemilik sah rumah, sedangkan Presiden dan Pemerintah berfungsi sebagai “Asisten Rumah Tangga (ART).”
“Kondisi saat ini ibarat broken home. MPR (Suami) justru berselingkuh dengan Pemerintah (ART), sementara Rakyat (Istri) sebagai pemilik kedaulatan justru diabaikan. Pemerintah sejatinya adalah buruh yang digaji rakyat untuk melayani, bukan untuk menguasai,” ujar perwakilan Sekolah Negarawan dalam paparannya, dikutip dari Keterangan Tertulis yang diterima Redaksi MalangTerkini.com




