Satgas Saber Awasi Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadhan
Sumber Foto: Kompas.com
Ekonomi

Satgas Saber Awasi Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadhan

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Ramadhan dan Idul Fitri 2026, Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan melakukan pemantauan lapangan di Pasar Beringharjo.

Ketua Pelaksana Satgas Saber DIY, Kombes Pol Kayuswan Tri Panungko mengatakan, pemantauan ini dilakukan untuk memastikan harga bahan pokok tidak melebihi HET dan HAP.

Selain itu, pemantauan juga difokuskan pada pemberian edukasi guna pencegahan praktik curang seperti monopoli harga dan penimbunan komoditas.

“Kita memberikan peringatan pada para spekulan ya pasti beberapa produsen maupun distributor agar tidak memainkan harga maupun melakukan penimbunan terhadap komoditas-komoditas pangan yang menjadi prioritas bagi kebutuhan di tengah-tengah masyarakat kita,” ucapnya, Kamis (5/2/2026).

Ia menambahkan, Satgas Saber DIY bertanggung jawab menjaga kondusifitas akan ketersediaan dan harga pangan di pasaran.

Jika ditemukan pelanggaran seperti permainan harga atau penimbunan, pelaku akan dikenai sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami akan melakukan tindakan hukum sesuai dengan prosedur yang berlaku apabila ditemukan hal-hal seperti itu di tingkat baik produsen maupun distributor sampai seterusnya,” ungkap Tri Panungko.

Pemantauan terhadap komoditas pangan

Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional, Nita Yulianis, SP, M.Si menyampaikan, dari 14 komoditas yang menjadi fokus pemantauan, seluruhnya masih mengacu pada ketentuan harga yang berlaku.

“Alhamdulillah dari pantauan terhadap 14 komoditas, secara keseluruhan masih sesuai dengan ketentuan HET dan HAP. Kami berharap para pedagang dapat terus menjaga stabilitas harga di Provinsi DIY,” ujarnya.

Pemantauan ini merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam memastikan ketersediaan stok pangan sekaligus menjamin masyarakat memperoleh bahan pokok sesuai harga yang telah ditetapkan.

Nita pun mengimbau masyarakat DIY agar tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan.

Selain itu, Gerakan Pangan Murah yang akan digelar menjelang hingga selama Ramadhan menjadi langkah pendukung dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga bagi masyarakat.

“Jadi nanti masyarakat Provinsi DIY tidak usah khawatir karena ada juga gerakan pangan murah yang dilakukan jelang dan sampai dengan bulan Ramadhan. Ada sekitar tujuh kali yang dilakukan oleh Dinas Provinsi dan ada juga yang dilakukan oleh Bulog bersama dengan Pemerintah,” jelasnya.