PM Jepang Takaichi Serukan Revisi Konstitusi Pasca Kemenangan Pemilu
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. (Foto: Instagram/Sanae Takaichi)
Ukuran text:
A
14
A
Dengarkan Berita:
MerahPutih.com - Partai Demokrat Liberal (LDP) tekah mengamankan sedikitnya dua pertiga kursi di majelis rendah yang beranggotakan 465 orang, meningkat dari 198 kursi sebelum pemilu dan melampaui ambang mayoritas 233 kursi.
Capaian tersebut menjadikan LDP sebagai partai pertama di era pascaperang yang menguasai dua pertiga kursi majelis rendah sejak Perang Dunia II.
Hasil pemilu menjadi pukulan bagi aliansi oposisi utama yang baru dibentuk, Aliansi Reformasi Sentris/Centrist Reform Alliance (CRA).
Dua pemimpin bersamanya, Yoshihiko Noda dan Tetsuo Saito, memberi isyarat akan mengundurkan diri setelah perolehan kursi aliansi tersebut terpangkas setengah dari 167 kursi sebelum pemilu.
Baca juga:
Fisik Terkuras saat Kalahkan Jepang, Timnas Futsal Indonesia Perlu ‘Smart’ di Final Piala Asia 2026 Vs Iran
Aliansi itu dibentuk pada Januari dengan menyatukan anggota majelis rendah dari Partai Demokrat Konstitusional Jepang (CDPJ) dan Partai Komeito, yang mengakhiri koalisi selama 26 tahun dengan LDP pada Oktober lalu.
Atas kemenangan itu, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, Minggu (8/2) menyerukan pembahasan revisi Konstitusi Jepang yang menolak perang, menyusul kemenangan besar partainya dalam pemilihan umum.
Takaichi mengatakan, tidak berencana melakukan perubahan besar dalam kabinetnya.
Ia kembali mendorong debat revisi Konstitusi Jepang yang diadopsi setelah Perang Dunia II dan menetapkan kebijakan keamanan yang berorientasi semata-mata pada pertahanan.
Takaichi menyambut dukungan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang menyatakan dukungannya sebelum pemungutan suara.
“Potensi aliansi AS-Jepang tidak terbatas,” tulis Takaichi di platform media sosial X dan menambahkan bahwa "aliansi dan persahabatan dengan Amerika Serikat dibangun atas dasar kepercayaan yang mendalam serta kerja sama yang erat dan kuat".
#Jepang #PM Jepang #Perang




