Piala Kemerdekaan Digelar di Medan untuk Cegah Jawa-sentris Timnas Indonesia
SUPERBALL.ID - Di balik gelaran turnamen Piala Kemerdekaan di Medan, PSSI mengaku tidak ingin Timnas Indonesia menjadi Jawa -sentris.
Hal itu disampaikan Ketum PSSI Erick Thohir dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat (1/8/2025) di Jakarta.
PSSI menggelar turnamen Piala Kemerdekaan di medan, Sumatera Utara, PSSI tidak ingin pertandingan timnas hanya digelar di Pulau Jawa.
Turnamen ini digelar sebagai persiapan Timnas U-17 Indonesia tampil di Piala Dunia U-17 2025 di Qatar pada Oktober mendatang.
Dalam turnamen ini, skuad muda Garuda dikonfirmasi akan bertanding melawan dua tim, yakni Afrika Selatan dan Tajikistan.
Selain itu, Erick Thohir juga ingin menunjukkan apresiasi terhadap pemerintah telah merenovasi stadion-stadion daerah.
"Tim nasional ini milik masyarakat Indonesia, tidak hanya Jawa -sentris," kata Erick di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis.
"Apalagi pemerintah sudah mulai membangun banyak stadion di daerah-daerah. Kan kita masih apresiasi pemerintah."
"Apalagi pemerintah daerah sekarang sangat juga progresif, ingin juga membawa tim nasional ke daerah-daerah," imbuhnya.
Hal itulah yang ingin dimanfaatkan PSSI, selain itu venue yang akan dipakai nanti sebelumnya telah digunakan menggelar PON 2024.
"Ini harus kita manfaatkan. Kali ini Piala Kemerdekaan yang juga uji coba U-17 akan digelar di wilayah Sumatera, jangan terlalu Jawa Sentris."
"Venue yang akan dipakai yang sebelumnya dibangun dan digunakan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun lalu," kata Erick lagi.
Sementara itu, Arya Sinulingga selaku anggota Exco PSSI menilai turnamen ini menjadi obat kerinduan masyarakat Sumatera Utara.
Khususnya melihat digelarnya turnamen sepak bola level internasional yang melibatkan tim nasional Indonesia.
Masyarakat Sumatera Utara diklaim telah menunggu momen ini selama kurang lebih 30 hingga 40 tahun lamanya.
"Ini itu daerah di luar Jawa, pertandingan internasional sepak bola bisa dikatakan sudah sangat lama tidak terjadi," kata Arya Sinulingga.
"Dan bagi mungkin di Sumatera ini sudah mungkin 30-40 tahun waktu belum pernah terjadi. Jadi ini sesuatu yang baik juga."
Sekilas tentang lawan skuad asuhan Nova Arianto di turnamen ini, Afrika Selatan merupakan kontestan Piala Dunia U-17 2025.
Afrika Selatan tergabung di Grup A bersama tuan rumah, Qatar, Italia dan Bolivia.
Sedangkan Tajikistan juga merupakan kontestan Piala Dunia U-17 2025, tergabung di Grup I.
Dalam grup tersebut, Tajikistan tergabung bersama Amerika Serikat, Burkina Faso dan Republik Ceska.
Menarik dinantikan seperti apa performa Timnas U-17 Indonesia di turnamen pemanasan sebelum Piala Dunia nanti?




