DPR Desak Kemenhub Perluas Kuota Mudik Gratis untuk Wilayah Timur
Merahputih.com - Anggota Komisi V DPR RI, Saadiah Uluputty, menuntut Kementerian Perhubungan dan PT Pelni untuk segera memeratakan stimulus transportasi laut bagi warga di wilayah kepulauan Indonesia Timur menjelang masa angkutan Lebaran.
Langkah ini diambil guna memastikan program tiket gratis dan diskon pelayaran tidak hanya menumpuk di Pulau Jawa, mengingat konektivitas laut merupakan urat nadi utama bagi masyarakat di Maluku hingga Papua.
Stop Diskriminasi Kuota Mudik
Kesenjangan distribusi bantuan transportasi menjadi sorotan tajam dalam persiapan mudik tahun ini. Saadiah menilai alokasi kuota yang ada saat ini masih belum menyentuh esensi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama bagi mereka yang mengandalkan jalur perintis.
"Jangan sampai program tiket gratis dan diskon ini hanya ke arah Jawa saja. Masyarakat di Maluku, Papua, dan wilayah timur lainnya juga butuh perhatian yang sama. Kami menuntut perluasan kuota mudik gratis hingga ke pelosok timur Indonesia agar keadilan itu dirasakan merata," ujar Saadiah dalam keterangannya, Selasa (24/2).
Ia menegaskan bahwa distribusi bantuan tidak boleh bersifat Jawasentris. Kemenhub dan PT Pelni diminta meninjau ulang alokasi kuota agar benar-benar menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Soroti Layanan Buruk dan Overkapasitas
Selain masalah kuota, fasilitas di Pelabuhan Tanjung Perak sebagai gerbang utama menuju Indonesia Timur turut menjadi perhatian. Dengan proyeksi arus penumpang yang mencapai puluhan ribu orang, kualitas pelayanan di atas kapal dan terminal tidak boleh diabaikan. Saadiah memperingatkan operator agar tidak hanya mengejar profit, tetapi juga menjaga martabat penumpang.
"Pelayanan harus ditingkatkan, jangan ada lagi keluhan soal makanan yang tidak layak. Kapasitas juga harus diawasi ketat, jangan dipaksakan melebihi batas," tegasnya.
Data operasional menunjukkan PT PELNI menyiapkan 50.000 tiket gratis kelas ekonomi serta diskon 30% untuk 25 kapal PSO mulai 11 Maret hingga 5 April 2026.
Fokus pengawasan kini tertuju pada rute terpadat seperti Balikpapan-Surabaya dan Makassar-Surabaya yang diprediksi akan mengalami lonjakan penumpang secara signifikan.




