Sentris Media - RRI. CO. ID, JAKARTA - Dalam upaya memastikan pemerataan akses bimbingan spiritual bagi seluruh lapisan masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS RI) bersinergi dengan Yayasan Salam Setara Amanah dan Relawan Gesit Jakarta Utara menggelar "Pesantren Jalan Cahaya".
Berlokasi di Masjid Al-Ikhlas Kampung Dao, Pademangan, Jakarta Utara. Kegiatan pembinaan keagamaan intensif yang dilaksanakan pada 28 Februari hingga 1 Maret 2026 ini menyasar 100 peserta dari kelompok masyarakat prasejahtera dan anak jalanan.
Pemilihan Kampung Dao sebagai lokasi sasaran didasari oleh realitas bahwa kelompok marjinal di kawasan tersebut kerap minim akses terhadap pendidikan keagamaan formal.
Adapun peserta yang dirangkul dalam program ini meliputi: Para pemulung yang sehari-harinya harus bergulat dengan ketidakpastian pendapatan ekonomi, di tengah kerasnya kondisi permukiman ibu kota.
Dengan mengedepankan pendekatan yang humanis dan persuasif, Pesantren Jalan Cahaya dirancang untuk menjadi "ruang aman" bagi para peserta. Selama kegiatan bergulir, mereka tak hanya diajak untuk melaksanakan ibadah bersama dan mendalami kajian agama, tetapi juga diberikan suntikan motivasi untuk membangun karakter. Sebagai bentuk kepedulian nyata, BAZNAS bersama Relawan Gesit turut menyalurkan bantuan berupa sembako dan santunan.
“Kami menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak diukur dari selesainya acara, melainkan dari sejauh mana para peserta mampu menyerap wawasan baru dan mengonversinya menjadi tindakan nyata yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar” jelas Fathiya, perwakilan BAZNAS RI divisi Pendidikan dan Dakwah, dikutip dari press releasenya Rabu 04 Februari 2026.
Harapan senada juga disematkan oleh pihak penyelenggara di lapangan. Muhammad Ashri Haikal, perwakilan panitia dari Relawan Gesit Jakarta Utara, optimis bahwa acara ini bisa membawa dampak positif jangka panjang.
"Kami sangat berharap nilai-nilai yang dibagikan dalam dua hari ini tak hanya mengubah pola pikir individu, tetapi juga bisa diimplementasikan oleh para peserta dalam kehidupan sosialnya sehari-hari terhadap sesama," tutur Haikal.
Antusiasme dan rasa syukur pun datang dari warga setempat. Purwanto, salah satu warga Kampung Dao Atas, mengapresiasi langkah nyata para relawan.
“Terima kasih banyak kepada BAZNAS dan relawan Salam Setara yang sudah peduli membuat pesantren kilat untuk anak-anak kami. Semoga ke depannya mereka jadi lebih rajin mengaji dan terus ikut kegiatan yang positif seperti ini,” ungkapnya.
Ke depannya, inisiatif ini tidak akan berhenti pada aspek kerohanian semata. Pesantren Jalan Cahaya diproyeksikan menjadi pintu gerbang bagi penerapan skema Zakat Community Development. Dengan integrasi ini, bekal spiritual yang telah ditanamkan akan diselaraskan dengan program pemberdayaan sosial dan ekonomi, sehingga mampu mengangkat taraf hidup masyarakat Kampung Dao di masa mendatang.