Yen Menguat di Tengah Ancaman Intervensi dan Sinyal Kenaikan Suku Bunga dari BoJ
Sumber Foto: Valbury Asia Futures
Nada Tengah

Yen Menguat di Tengah Ancaman Intervensi dan Sinyal Kenaikan Suku Bunga dari BoJ

Pergerakan nilai tukar USD/JPY mengalami penurunan signifikan pada hari Selasa, mendekati level 159,00, seiring dengan penguatan Yen Jepang (JPY) yang didorong oleh ancaman intervensi dari otoritas Jepang dan sinyal hawkish dari Bank of Japan (BoJ). Dolar AS (USD) sendiri menunjukkan pelemahan meskipun ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Iran, masih berlangsung.

Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, mengungkapkan kekhawatiran terhadap pergerakan mata uang yang dianggap spekulatif dan menegaskan kesiapan pemerintah untuk bertindak dalam menghadapi volatilitas yang berlebihan. Hal ini menunjukkan bahwa pejabat Jepang sedang mengawasi perkembangan pasar valuta asing dengan cermat.

Kemudian, Gubernur BoJ, Kazuo Ueda, memberikan sinyal bahwa kemungkinan kenaikan suku bunga masih terbuka, terutama karena pelemahan Yen dapat memicu inflasi. Ueda menekankan pentingnya pergerakan nilai tukar terhadap inflasi dan menyatakan bahwa jika penurunan Yen berlanjut, hal tersebut dapat memaksa BoJ untuk mempertimbangkan pengencangan kebijakan moneter lebih lanjut.

Sementara itu, di sisi Amerika Serikat, pernyataan Presiden Donald Trump mengenai perang di Iran juga turut memengaruhi sentimen pasar. Trump mengungkapkan bahwa AS masih memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan di Iran, namun juga menyampaikan bahwa AS tidak perlu berada di Iran lebih lama lagi. Hal ini mungkin mendorong pasar untuk menilai ulang risiko terkait ketegangan geopolitik.

Secara teknis, analisis jangka pendek menunjukkan bahwa USD/JPY saat ini diperdagangkan di 159,03. Bias jangka pendek mulai menunjukkan kecenderungan bearish setelah pasangan ini turun ke batas bawah dari kisaran terbaru. Indikator Relative Strength Index (RSI) menunjukkan penurunan dari tingkat pertengahan 60-an ke sekitar 40, yang menandakan berkurangnya tekanan beli dan meningkatkan kemungkinan terjadinya pullback yang lebih dalam.

  • Support terdekat berada di 159,02, sedikit di atas Simple Moving Average (SMA) 100-periode di 159,05.
  • Pembalikan di bawah level tersebut dapat membuka jalan menuju 158,90 sebagai target penurunan selanjutnya.
  • Di sisi lain, resistensi awal terletak di 159,42, diikuti oleh 159,56, di mana puncak reaksi sebelumnya bertemu dengan rata-rata jangka pendek.
  • Pemulihan melewati 159,56 akan meredakan tekanan turun saat ini dan berpotensi mengembalikan tren naik menuju area 160,00.