Yen Jepang Tertekan di Tengah Ketidakpastian Politik dan Sentimen Pasar Positif
Sumber Foto: Valbury Asia Futures
Nada Tengah

Yen Jepang Tertekan di Tengah Ketidakpastian Politik dan Sentimen Pasar Positif

Yen Jepang (JPY) mengalami penurunan untuk hari kedua berturut-turut pada hari Selasa, dipicu oleh ekspektasi bahwa ketidakpastian politik dalam negeri dapat menunda rencana kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ). Sentimen pasar yang optimis juga telah memengaruhi status yen sebagai mata uang safe-haven, sementara Dolar AS (USD) mempertahankan keuntungan dari hari sebelumnya, mendukung pasangan mata uang USD/JPY untuk bergerak naik di atas level 152,00 dalam sesi Asia.

Para pedagang masih memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga BoJ yang dapat terjadi pada akhir tahun ini. Ini menunjukkan perbedaan yang mencolok dibandingkan dengan pandangan pasar yang semakin mengarah pada penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed) AS pada tahun 2025, yang dapat menjadi hambatan bagi USD. Namun, harapan akan perbedaan kebijakan antara BoJ dan Fed mungkin memberikan dukungan bagi JPY yang saat ini memiliki imbal hasil lebih rendah.

Ketidakpastian Politik dan Dampaknya

Ketidakstabilan politik meningkat setelah koalisi Partai Demokrat Liberal (LDP) dan Komeito berakhir minggu lalu, ketika Sanae Takaichi terpilih sebagai pemimpin LDP dan menunggu konfirmasi sebagai Perdana Menteri wanita pertama Jepang. Hal ini menciptakan tantangan bagi Takaichi dalam mendapatkan dukungan dari partai lain untuk kebijakan-kebijakan pentingnya. Ketidakpastian ini dapat memperlambat langkah BoJ untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut, yang berpotensi melemahkan yen.

Optimisme yang dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai tarif Tiongkok juga berkontribusi terhadap pergeseran arus dana dari JPY. Trump melunakkan sikapnya setelah sebelumnya mengancam tarif tambahan, dengan menyatakan bahwa AS dan Tiongkok tidak ingin merasakan dampak negatif dari ketegangan perdagangan.

Prospek Dolar AS

Dolar AS berusaha untuk mempertahankan momentum positifnya, mendekati level tertinggi sejak Agustus. Namun, ekspektasi bahwa Fed akan bersikap dovish dapat membatasi potensi apresiasi lebih lanjut dari USD. Berdasarkan alat CME FedWatch, terdapat kemungkinan besar pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh Fed pada bulan Oktober dan Desember, masing-masing diperkirakan mencapai 97% dan 90%.

Sementara itu, ketidakpastian di AS terkait penutupan pemerintah juga berdampak pada pergerakan USD, dengan rilis data makro yang penting tertunda. Fokus pasar akan tertuju pada penampilan Ketua Fed Jerome Powell, yang diharapkan dapat memberikan arahan bagi USD dan mempengaruhi pasangan USD/JPY.

Analisis Teknis Pasangan USD/JPY

Dari perspektif teknis, pasangan mata uang USD/JPY menghadapi tantangan untuk bergerak di atas Simple Moving Average (SMA) 100-jam. Namun, sinyal positif dari osilator pada grafik harian menunjukkan potensi pergerakan naik lebih lanjut. Jika pasangan ini berhasil melewati rintangan di level 152,70-152,75, ada kemungkinan untuk mencapai level 153,00, mendekati level tertinggi delapan bulan di sekitar 153,25-153,30.

Di sisi lain, jika pasangan ini melemah di bawah level terendah sesi Asia di sekitar 152,15, dukungan dapat ditemukan di level 152,00 dan 151,75-151,70. Penurunan lebih lanjut dapat menarik minat beli di level 151,15, dengan level psikologis 150,00 sebagai titik kunci yang harus diperhatikan, yang juga berfungsi sebagai SMA 200-jam.

Pertanyaan Umum Seputar Yen Jepang

  • Faktor-Faktor Utama Apa Saja yang Mendorong Yen Jepang?
  • Bagaimana Keputusan Bank Jepang Memengaruhi Yen Jepang?
  • Bagaimana Perbedaan Antara Imbal Hasil Obligasi Jepang dan AS Memengaruhi Yen Jepang?
  • Bagaimana Sentimen Risiko yang Lebih Luas Memengaruhi Yen Jepang?