Yen Jepang Melemah Menjelang Pertemuan Bank of Japan
Yen Jepang (JPY) mengalami penurunan marginal sebesar 0,1% terhadap Dolar AS (USD) saat memasuki sesi perdagangan di Amerika Utara pada hari Rabu. Penurunan ini membuat yen berkinerja lebih buruk dibandingkan dengan sebagian besar mata uang G10 lainnya, termasuk Franc Swiss (CHF) yang juga merupakan mata uang safe-haven.
Menurut para analis dari Scotiabank, Shaun Osborne dan Eric Theoret, meskipun sentimen pasar sempat memberikan dukungan kepada yen, fundamental ekonomi diperkirakan akan kembali menjadi fokus utama saat pasar bersiap untuk pertemuan Federal Reserve (The Fed) pada hari Rabu dan Bank of Japan (BoJ) pada hari Kamis.
"Yen tetap tidak berkorelasi dengan fundamentalnya, meskipun selisih suku bunga menunjukkan kekuatan relatif terhadap nilai tukar saat ini," ungkap mereka. Pasar saat ini memperkirakan tidak akan ada perubahan kebijakan dari BoJ, namun ada harapan untuk pengetatan kebijakan moneter pada bulan Desember atau Januari mendatang.
Selain itu, Menteri Keuangan Jepang, Bessent, telah menyerukan kepada pemerintah Jepang dan Perdana Menteri baru untuk membiarkan BoJ mengambil langkah-langkah lebih ketat dalam melawan inflasi.
Mengenai pergerakan pasangan mata uang USD/JPY, para analis mencatat potensi terjadinya pola double top di kisaran terendah 153, yang dapat menawarkan target pergerakan terukur di bawah level 146.
Informasi ini disampaikan sebagai wawasan untuk masa depan dan melibatkan risiko serta ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang dibahas tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk investasi. Penting bagi investor untuk melakukan riset menyeluruh sebelum mengambil keputusan investasi.




