Yayasan Pelita Kita Bersama Siapkan Relawan untuk Program Makanan Bergizi di Taput
Tapanuli Utara (ANTARA) - Jhonson Edy Simanjorang, selaku pendiri dan pemilik Yayasan Pelita Kita Bersama yang mengelola SPPG Lumban Siagian di Kecamatan Siatabarita, Tapanuli Utara, terus mematangkan persiapan operasional dengan melakukan rekrutmen relawan secara ketat dan berlapis demi mewujudkan kualitas premium makanan bergizi gratis di wilayah Taput.
"Saat ini, rekrutmen relawan sudah memasuki tahap akhir. Ke depan, bagaimana menyajikan makanan bergizi dengan kualitas premium akan kita terapkan bagi penerima manfaat program nasional MBG di Taput," ungkap Jhonson, Jumat (20/2).
Disebutkan, pada tahapan awal rekrutmen relawan, pihaknya menerima pendaftaran dari lebih kurang 100 relawan, dan jumlah tersebut diseleksi bertahap hingga sesuai dengan jumlah relawan yang dibutuhkan demi keberlangsungan operasional yayasan.
Kata Jhonson Edy, proses seleksi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari administrasi, pemeriksaan kesehatan hingga wawancara bersama pihak yayasan, SPPI, dan Dinas Kesehatan.
"Awalnya sekitar 98 orang melamar. Setelah seleksi administrasi dan tahap lanjutan, tersisa sekitar 70 peserta yang mengikuti pemeriksaan kesehatan dan wawancara," terangnya.
Dari jumlah tersebut, nantinya hanya 47 hingga 49 orang yang akan dinyatakan lolos sesuai kebutuhan operasional, di mana penentuan peserta terpilih dilakukan berdasarkan rekomendasi bersama antara yayasan, Dinas Kesehatan, dan pihak terkait lainnya, termasuk penilaian psikologis serta kesiapan kerja.
"Relawan yang lolos tidak langsung bekerja. Mereka terlebih dahulu akan mendapatkan pembekalan dari Dinas Kesehatan terkait higienitas, sanitasi, serta alur distribusi makanan, dilanjutkan pelatihan teknis oleh asosiasi chef dan lembaga sertifikasi profesi," jelasnya.
Yayasan juga menargetkan minimal 50 persen relawan memiliki sertifikasi penjamah pangan, guna menjamin standar layanan yang aman dan profesional.
"Kita ingin relawan benar-benar siap sebelum operasional berjalan. Jangan sampai program sudah berjalan tapi SDM belum dilatih," kata Jhonson.
Untuk ketersedian bahan makanan, Jhonson memrioritaskan pemberdayaan dan pemanfaatan hasil pertanian masyarakat lokal dan pelaku UMKM sekitar dengan tetap memenuhi standar kualitas yang ditetapkan
"Sekitar 30 persen relawan merupakan warga Kecamatan Siatasbarita. Ini masih merupakan awal dalam pemberdayaan masyarakat lokal untuk peningkatan ekonominya," ujarnya.
Lanjutnya, meski persiapan terus berjalan, operasional penuh SPPG masih menunggu pencairan dana, dan yayasan telah mengunggah dokumen kerja sama sesuai petunjuk pemerintah dan kini tinggal menunggu proses administrasi.
"Kami tidak ingin berpangku tangan. Selagi menunggu dana masuk, kami siapkan SDM terlebih dahulu supaya saat operasional dimulai semuanya sudah siap," sebutnya.
Dengan proses seleksi ketat dan fokus pada pemberdayaan masyarakat lokal, serta upaya untuk menjamin kualitas makanan, kata Jhonson, nantinya SPPG Lumban Siagian diharapkan mampu menerapkan program pelayanan pangan yang profesional sekaligus membuka peluang kerja bagi warga sekitar demi menyukseskan program nasional MBG.




