Transformasi Digital dan Pemberdayaan Komunitas oleh Bank Mandiri Taspen
Di tengah dinamika industri perbankan yang bergerak semakin cepat, kemampuan untuk beradaptasi tanpa kehilangan kendali menjadi prasyarat utama keberlanjutan bisnis. Bagi PT Bank Mandiri Taspen, Good Corporate Governance (GCG) diposisikan sebagai fondasi yang memungkinkan organisasi bergerak lincah, terukur, dan tetap akuntabel.
Sistem saraf pusat
Mekanisme pengambilan keputusan di Bank Mandiri Taspen dirancang untuk menjawab tantangan tersebut. Keputusan strategis dan operasional dijalankan melalui struktur rapat yang terjadwal dan sistematis, mulai dari rapat direksi, rapat komite di bawah koordinasi Direksi, dan rapat komite di bawah koordinasi Dewan Komisaris.
Di tingkat operasional, Bank Mandiri Taspen juga menerapkan prinsip pendelegasian kewenangan dan penetapan kriteria atas hal hal yang memang dapat diputuskan melalui kewenangan yang telah didelegasikan.
“Mekanisme governance (tata kelola) bertindak sebagai sistem saraf pusat yang memungkinkan sebuah organisasi melakukan sensing secara terstruktur,” kata Sisi Rahmina, Kepala Divisi Compliance PT Bank Mandiri Taspen. “Tanpa tata kelola yang baik, upaya identifikasi peluang atau ancaman hanya akan bersifat sporadis dan tidak berkelanjutan,” katanya lagi.
Sebagai bank yang berfokus pada segmen pensiunan, dalam melihat peluang, Bank Mandiri Taspen menggunakan mekanisme sensing yang sangat spesifik untuk karakteristik nasabahnya.
Kunjungan rutin ke komunitas pensiunan, termasuk calon pensiunan dari kalangan PNS dan TNI/Polri, menjadi sarana penting untuk memahami kebutuhan finansial di masa tua sejak dini.
Di sisi lain, pemanfaatan big data dan arsitektur teknologi berbasis Service Oriented Architecture memungkinkan bank memantau perilaku transaksi nasabah pada aplikasi digital Movin.
Data ini diperkaya dengan survei kepuasan nasabah yang dilakukan secara periodik, sehingga pain points dapat diidentifikasi dan diterjemahkan menjadi peluang pengembangan layanan. Seluruh upaya ini terintegrasi dalam proposisi nilai unik bank melalui tiga pilar Mantap: Mantap Sehat, Mantap Aktif, dan Wirausaha Mantap Sejahtera.
Ketika peluang telah teridentifikasi, proses seizing dijalankan dengan disiplin tata kelola yang ketat. Bank Mandiri Taspen menerapkan prinsip Segregation of Duties untuk memastikan seluruh aktivitas yang dijalankan dan keputusan yang diambil bersifat akuntabel: tidak terdapat benturan kepentingan dan telah ada mitigasi risiko untuk antisipasi dampak terhadap perusahaan.
Four-Eyes Principle
Bank Mandiri Taspen juga menerapkan Four-Eyes Principle. Prinsip ini diterapkan dalam aktivitas pemberian kredit atau pembiayaan sebagai perwujudan Sistem Pengendalian Intern yang efektif.
Prinsip-prinsip tersebut diterapkan dalam rangka mengurangi risiko terjadinya manipulasi data keuangan atau penyalahgunaan aset bank.
Tidak berhenti pada sensing dan seizing. Tata kelola di bank ini juga difungsikan untuk memfasilitasi proses reconfiguring atau transforming ketika lingkungan berubah. Dalam rangka transformasi ini, Bank Mandiri Taspen mengalokasikan modal lebih besar pada pengembangan teknologi dibandingkan ekspansi kantor cabang fisik yang konvensional.
Arah transformasi ini tecermin dalam Rencana Bisnis Bank yang dievaluasi secara berkala dengan pengawasan oleh pemegang saham, yakni PT Bank Mandiri Tbk. dan PT Taspen. Transformasi tersebut dipantau secara menyeluruh melalui mekanisme Balanced Scorecard yang mencakup aspek keuangan, pelanggan, proses internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan.
Setiap konfigurasi ulang model bisnis juga disertai pendekatan Risk-Based Transformation. Unit terkait melakukan penilaian risiko untuk memastikan perubahan tidak membuka celah risiko baru yang dapat mengganggu stabilitas bank.
“Keberhasilan kerangka governance ini menunjukkan kemampuan bank tetap tumbuh di atas rata-rata industri saat terjadi disrupsi pandemi, dengan melakukan pivoting cepat dari layanan fisik ke layanan berbasis digital dan pemberdayaan komunitas,” kata Sisi.
Pelaksanaan transforming dilakukan perusahaan dengan membentuk divisi khusus terkait transformasi ini, baik dalam bidang digital (Divisi Digital Transformation) maupun dalam hal pelayanan (Divisi Operational Excellence dan Customer Experiences). Dengan dibentuknya unit kerja ini, strategi yang dilakukan oleh bank dapat dilakukan secara fokus dengan melihat perkembangan persaingan usaha ataupun peraturan.
Mantap Ways
Keseimbangan antara eksplorasi dan eksploitasi juga dijaga melalui budaya perusahaan yang dikenal sebagai Mantap Ways. Salah satu nilai yang dikembangkan ialah Act Innovatively.
Dalam hal ini, perusahaan terus mendorong karyawan untuk berinovasi sehingga memastikan perusahaan terus dapat menemukan hal-hal baru. Selain itu, juga ada nilai budaya Customer First Always yang diharapkan dapat mewujudkan operasional yang excellent.
Fondasi adaptasi ini diperkuat oleh sistem manajemen talenta dan suksesi yang terstruktur. Bank Mandiri Taspen memastikan ketersediaan top talent dalam leadership pipeline melalui klasifikasi talenta yang konsisten dan investasi pengembangan jangka panjang.
Perencanaan suksesi untuk setiap posisi kritis menetapkan minimal dua kandidat pengganti yang disiapkan untuk jangka satu hingga dua tahun ke depan, sehingga kesinambungan kepemimpinan dapat terjaga dan risiko operasional diminimalkan.
Seluruh siklus kapabilitas dinamis ini juga dilengkapi dengan mekanisme feedback loop yang berkelanjutan melalui model dalam risiko manajemen dengan menggunakan data atau peristiwa terdahulu untuk mengantisipasi kesalahan di kemudian hari dari kejadian yang pernah terjadi.




