Tim Relawan UAR Kembali ke Markas Usai Misi Kemanusiaan di Sumatera
BOGOR, JurnalPost.com – Tim Relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) yang baru menuntaskan misi kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, tiba di Markas UAR Pusat, Kompleks Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (6/2/2026) pukul 04.30 WIB.
Rombongan yang terdiri 19 personel muslimin dan enam muslimat tersebut sebelumnya dijemput panitia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, sekitar pukul 03.00 WIB. Setelah turun dari KM Kelud yang membawa mereka dari Pelabuhan Belawan, Medan, sejak Selasa (3/2), para relawan langsung menuju markas menggunakan bus yang telah disiapkan panitia hingga tiba di lokasi pada pukul 04.30 WIB.
Usai menunaikan shalat Subuh berjamaah di Masjid At-Taqwa Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, para relawan disambut hangat oleh Pembina UAR Imaam Yakhsyallah Mansur, jajaran pengurus pesantren, para santri, serta masyarakat sekitar.
Dalam sambutannya, Imaam Yakhsyallah menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas selesainya misi kemanusiaan yang telah berlangsung selama dua bulan terakhir di tiga wilayah Sumatera.
“Alhamdulillah para ikhwan dan akhwat relawan UAR kembali dalam keadaan sehat dan meninggalkan kenangan baik. Semoga kehadiran relawan di lokasi bencana menjadi amal shalih yang memberi manfaat dan selalu dikenang masyarakat,” ujarnya.
Ucapan tersebut didasari berbagai laporan yang diterima pasca Tabligh Akbar Penutupan Misi Kemanusiaan UAR di Masjid Darul Mukhlisin, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, awal Februari lalu. Sejumlah tokoh agama dan masyarakat setempat menyampaikan kesan positif serta rasa haru saat melepas kepulangan tim relawan.
“Bahkan ada tokoh masyarakat yang berharap, relawan UAR bisa hadir kembali di Aceh karena manfaatnya sangat dirasakan masyarakat,” ujar Nurul, personel UAR asal Cileungsi yang turut dalam rombongan.
Perasaan haru juga dirasakan para relawan. Haryanto, relawan asal Brebes, mengaku bersyukur dapat berkontribusi sekaligus merasa berat meninggalkan masyarakat Aceh. “Alhamdulillah saya senang bisa ikut beramal shalih di lokasi bencana, namun juga sedih berpisah dengan masyarakat Aceh yang begitu ramah dan bersaudara,” ungkapnya.
Ia menuturkan, selama bertugas relawan berpindah-pindah dari satu posko ke posko lain di Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, hingga Aceh Tamiang. Berbagai kegiatan yang dilakukan di antaranya membangun hunian sementara (huntara) bagi penyintas bencana serta membersihkan lingkungan dan rumah warga dari endapan lumpur banjir. Ia pun siap jika diamanati kembali beramal sholih di medan bencana.
Baca Juga
Mudzakarah Konflik AS–Israel vs Iran, Umat Diminta Siap Hadapi Dampak Global
Buka Puasa Bersama Masyarakat Aceh, DU2 UAR Libatkan 50 Muslimat
Apresiasi juga disampaikan Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol (Purn) Drs. Armia Pahmi, M.H., yang memberikan penghargaan kepada UAR atas kontribusi dalam pemulihan pascabencana. Piagam penghargaan diterima Ketua Umum UAR H. Endang Sudrajat melalui Sekda Drs. Syuaibun Anwar saat Tabligh Akbar penutupan misi kemanusiaan di Masjid Darul Mukhlisin, Karang Baru, awal Februari lalu.
“Kami mengucapkan terima kasih dan jazakumullah khairan kepada seluruh relawan dan panitia. Semoga amal shalih para relawan semua mendapat balasan terbaik dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,” lanjut Imaam Yakhsyallah.
Setelah sarapan pagi, sebagian relawan beristirahat di penginapan yang telah disiapkan, sementara beberapa personel kembali ke daerah masing-masing di wilayah Jabodetabek. Mereka dijadwalkan kembali ke Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi untuk mengikuti Ta’lim Sya’ban dalam rangka menyongsong Ramadan 1447 H.
Dalam kegiatan tersebut, para relawan yang telah bertugas di Sumatera juga direncanakan menerima penghargaan dari Ketua Umum dan Pembina UAR. [am]
Tags: Relawan UAR UAR




