Tiga Program Prabowo-Gibran Diprediksi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Sumber Foto: Kabarnusantara.id
Nasional

Tiga Program Prabowo-Gibran Diprediksi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Jakarta – Sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh Adidaya Institute menunjukkan bahwa tiga program unggulan dari pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, berpotensi besar menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia di masa depan. Temuan ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Jakarta pada hari Rabu, 25 Februari 2026.

Survei tersebut secara khusus menyoroti tiga program utama, yaitu Kampung Nelayan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan Program 3 Juta Rumah. Ketiga program ini dinilai memiliki potensi signifikan untuk meningkatkan produksi, menciptakan lapangan kerja baru, dan mendorong perputaran ekonomi di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Manajer Politik dan Kebijakan Adidaya Institute, Dr. (Cand) Ahmad Fadhli, menjelaskan bahwa survei ini melibatkan 72 responden dari berbagai latar belakang profesi yang tersebar di 12 kota besar di Indonesia. Data dikumpulkan selama periode Desember 2025 hingga Februari 2026, menggunakan metode survei kuantitatif dan kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang potensi dampak ekonomi dari program-program tersebut.

"Hasil survei menunjukkan bahwa 43% responden percaya bahwa ketiga program ini memiliki daya ungkit yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Mereka melihat potensi peningkatan produksi, penciptaan lapangan kerja, dan perputaran ekonomi di tingkat daerah sebagai dampak langsung dari implementasi program-program ini," ujar Dr. Fadhli.

Ekonom Adidaya Institute, Dr. Bramastyo B. Prastowo, menambahkan bahwa setiap program memiliki mekanisme unik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Program 3 Juta Rumah, misalnya, diproyeksikan akan memberikan dorongan signifikan bagi sektor konstruksi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pembangunan rumah dalam skala besar akan menciptakan permintaan akan bahan bangunan, tenaga kerja konstruksi, dan berbagai layanan pendukung lainnya, yang pada gilirannya akan menggerakkan roda ekonomi di tingkat lokal.

"Program 3 Juta Rumah bukan hanya tentang menyediakan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat, tetapi juga tentang menciptakan efek berganda yang positif bagi perekonomian. Sektor konstruksi akan tumbuh, UMKM akan berkembang, dan lapangan kerja akan tercipta," jelas Dr. Bramastyo.

Sementara itu, Kampung Nelayan dan KDKMP dinilai memiliki potensi untuk memperkuat produksi di tingkat desa dan kelurahan, serta meningkatkan efisiensi distribusi barang. Kampung Nelayan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan melalui modernisasi infrastruktur perikanan, pelatihan keterampilan, dan akses ke pasar yang lebih luas. KDKMP, di sisi lain, bertujuan untuk memberdayakan ekonomi desa melalui pembentukan koperasi yang kuat dan mandiri, yang mampu mengelola sumber daya lokal dan meningkatkan nilai tambah produk-produk desa.

Direktur Eksekutif Adidaya Institute, Rahman Toha Budiarto, menekankan pentingnya kombinasi antara program-program yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan program-program yang bertujuan untuk stabilisasi sosial. Menurutnya, percepatan ekonomi harus diimbangi dengan upaya-upaya untuk mengurangi kesenjangan sosial dan memastikan bahwa manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Kombinasi antara program mesin pertumbuhan dan program stabilisator sosial sangat penting untuk menjaga percepatan ekonomi tetap seimbang. Kita tidak ingin pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati oleh segelintir orang, tetapi harus dirasakan oleh seluruh masyarakat," tegas Rahman.

Adidaya Institute juga memberikan beberapa rekomendasi kepada pemerintah terkait implementasi program-program tersebut. Pertama, pemerintah perlu memastikan adanya koordinasi yang baik antara berbagai kementerian dan lembaga terkait, agar program-program tersebut dapat berjalan secara efektif dan efisien. Kedua, pemerintah perlu melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat lokal dalam perencanaan dan pelaksanaan program, agar program-program tersebut sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Ketiga, pemerintah perlu melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan program, agar program-program tersebut dapat memberikan dampak yang optimal bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut, survei ini juga menyoroti beberapa tantangan yang mungkin dihadapi dalam implementasi program-program tersebut. Salah satu tantangan utama adalah masalah lahan. Pembangunan 3 Juta Rumah, misalnya, akan membutuhkan lahan yang luas, dan pemerintah perlu memastikan bahwa lahan yang tersedia tidak menimbulkan konflik sosial atau merusak lingkungan. Tantangan lainnya adalah masalah pendanaan. Implementasi program-program tersebut akan membutuhkan investasi yang besar, dan pemerintah perlu mencari sumber-sumber pendanaan yang berkelanjutan dan tidak membebani anggaran negara.

Meskipun demikian, Adidaya Institute tetap optimis bahwa program-program Prabowo-Gibran memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. Dengan perencanaan yang matang, implementasi yang efektif, dan partisipasi aktif dari masyarakat, program-program ini dapat menjadi mesin penggerak ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.

Analis ekonomi independen, Dr. Karina Salim, memberikan pandangannya mengenai hasil survei ini. Ia sependapat bahwa ketiga program tersebut memiliki potensi untuk memberikan dampak positif bagi perekonomian, namun ia juga mengingatkan tentang pentingnya mitigasi risiko.

"Program-program ini sangat menjanjikan, tetapi pemerintah perlu berhati-hati dalam implementasinya. Masalah lahan, pendanaan, dan koordinasi antar lembaga harus diatasi dengan baik agar program-program ini dapat berjalan sesuai dengan harapan," kata Dr. Karina.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan program-program tersebut. Pemerintah perlu memastikan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk program-program tersebut digunakan secara efisien dan efektif, serta diawasi secara ketat untuk mencegah terjadinya korupsi dan penyimpangan.

Secara keseluruhan, survei Adidaya Institute memberikan gambaran yang positif tentang potensi dampak ekonomi dari program-program Prabowo-Gibran. Namun, kesuksesan program-program ini akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah untuk mengatasi tantangan-tantangan yang ada dan memastikan bahwa program-program tersebut diimplementasikan secara transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

Gambar:

Gambar 1: Manajer Politik dan Kebijakan Adidaya Institute Dr (Cand) Ahmad Fadhli bersama Ekonom Adidaya Institute Dr Bramastyo B Prastowo dan Direktur Eksekutif Adidaya Institute Rahman Toha Budiarto memberikan penjelasan saat Adidaya Institute menggelar konferensi pers Hasil Survei 8 Program Unggulan Prabwo-Gibran di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Gambar 2: Survei tersebut menyimpulkan tiga program unggulan yakni Kampung Nelayan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan Program 3 Juta Rumah berpotensi menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Gambar 3: Sebanyak 43 persen responden menilai ketiga program tersebut memiliki daya ungkit besar terhadap produksi, penciptaan lapangan kerja, dan perputaran ekonomi di daerah.

Gambar 4: Program 3 Juta Rumah diproyeksikan mendorong sektor konstruksi dan UMKM, sementara Kampung Nelayan dan KDKMP dinilai mampu memperkuat produksi desa serta distribusi barang.

Gambar 5: Survei yang dilakukan pada Desember 2025 hingga Februari 2026 ini melibatkan 72 responden dari berbagai profesi di 12 kota besar di Indonesia. Adidaya Institute menilai kombinasi program mesin pertumbuhan dan program stabilisator sosial penting untuk menjaga percepatan ekonomi tetap seimbang.