Sulsel Maksimalkan Potensi Garam untuk Ekspor
Sentris Media - FAJAR, MAKASSAR — Pesisir Sulawesi Selatan (Sulsel) menyimpan potensi besar garam. Produknya didorong bersumbangsih nilai ekspor.
Sulawesi Selatan merupakan salah satu sentra produksi garam nasional dengan potensi lahan mencapai 1.989 hektare, terutama berlokasi di Jeneponto, Pangkep, Takalar, dan Selayar. Dengan produksi yang berpotensi melampaui kebutuhan lokal tercatat surplus 30.000 ton pada tahun 2024.
Namun, nyatanya sejauh ini garam masih berputar di dapur regional saja. Misalnya pengiriman ke Kalimantan. Sedangkan untuk ekspansi pasar ke luar negeri masih minim, hampir nihil.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Sulsel Asrul Sani menjelaskan, bahwa Pemprov Sulsel sudah berencana mulai memetakan kawasan industri di Sulsel. Dalam PP nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Kawasan Industri Nasional tahun 2015 sampai 2035, diperkuat lagi pada PP 20 tentang pengaturan wilayah pertumbuhan kawasan industri.
Regulasi juga diperkuat dengan PP 59 Tahun 2004 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional. Berdasarkan regulasi itu, pemprov memetakan wilayah perikanan tangkap berada di pesisir selatan, mulai dari Bone, Sinjai, Bulukumba, Jeneponto sampai Takalar. “Ini adalah kebijakan secara nasional 20 tahun ke depan sampai 2045,” ungkap Asrul, Kamis, 26 Februari.
Begitu juga dengan kawasan-kawasan lain, misalnya ada kawasan pertumbuhan kakao yang ada di Luwu Raya. Ada kawasan industri perkapalan, kawasan pertumbuhan, dan kawasan komoditas unggulan seperti rumput laut, termasuk sentra garam.




