Sterling Bertahan di Tengah Sikap Hawkish BoE dan Data Ekonomi Lemah
Sentris Media - GBP/USD tetap bertahan meskipun terdapat penurunan signifikan pada Indeks Manajer Pembelian (PMI) pendahuluan Inggris, dengan sektor jasa mengalami kontraksi. Sikap hawkish dari Bank of England (BoE) berkontradiksi dengan data ekonomi yang menunjukkan perlambatan, menciptakan ketidakpastian bagi para pelaku pasar.
Awal Kejadian
Pada hari Kamis, survei pendahuluan menunjukkan PMI Gabungan Inggris turun ke level 40-an, jauh di bawah perkiraan yang memprediksi angka di atas 51. Sektor jasa menjadi penyumbang utama penurunan ini, masuk ke dalam kontraksi, sementara sektor manufaktur menjadi satu-satunya sektor yang berhasil melampaui ekspektasi. Data keyakinan konsumen yang dikeluarkan oleh GfK juga menunjukkan penurunan, menambah tekanan pada latar belakang domestik.
Perkembangan
Di tengah data yang lemah, BoE mengambil sikap hawkish, dengan pernyataan dari salah satu anggota Komite Kebijakan Moneter (MPC) yang menunjukkan kecenderungan untuk pengetatan kebijakan. Gubernur Bailey juga berbicara tanpa mengubah arah kebijakan secara signifikan, menciptakan ketegangan antara retorika hawkish dan kondisi ekonomi yang melambat. Meskipun demikian, Pound tetap menguat akibat melemahnya Dolar, yang disebabkan oleh sentimen risiko di pasar yang dipicu oleh rumor gencatan senjata AS-Iran.
Kondisi Terakhir
Data Penjualan Ritel Inggris yang akan dirilis pada hari Jumat menjadi fokus selanjutnya. Diperkirakan akan terjadi penurunan sebesar 0,6% dari bulan sebelumnya, yang dapat memperburuk situasi bagi Sterling jika hasilnya mengecewakan. Saat ini, Pound terjebak di antara EMA 200-hari dan EMA 50-hari, dengan area 1,3400 menjadi level support penting yang perlu dipertahankan untuk menghindari penurunan lebih lanjut. Di sisi atas, level 1,3450 menjadi batasan untuk potensi rebound.




