SMA Unggul Del Gelar Pertunjukan Seni Virtual ‘Nada untuk Cita’ di Tengah Pandemi
SMA Unggul Del menggelar pertunjukan seni virtual bertajuk ‘Nada untuk Cita’ di tengah pandemi Covid-19. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Yayasan Del sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-20 yayasan tersebut.
Ketua Panitia Acara HUT ke-20 Yayasan Del, Kerri Na Basaria, mengatakan dukungan yayasan berangkat dari kepedulian Luhut Binsar Pandjaitan dan istrinya, Devi, terhadap anak-anak. Menurutnya, pertunjukan seni virtual dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk menyalurkan energi positif di masa pandemi yang memunculkan banyak tekanan.
“Saya yakin kegiatan ini dapat menjadi platform yang efektif untuk menyalurkan energi positif bagi anak Indonesia di tengah situasi pandemi yang menimbulkan banyak tekanan,” kata Kerri Na Basaria dalam webinar, Kamis (12/8/2021).
Dampak pandemi pada motivasi dan kesehatan mental
Berbagai penyesuaian dilakukan siswa dan guru untuk beradaptasi dengan situasi pandemi. Kondisi ini disebut turut berdampak pada motivasi belajar anak.
Psikolog Klinis Anak dan Remaja, Gisella Tani Pratiwi, menjelaskan perubahan mendadak dan tidak terprediksi selama pandemi menuntut anak beradaptasi dalam banyak aspek kehidupan. Menurutnya, situasi tersebut dapat memicu stres yang berpengaruh pada kesehatan mental.
Ia menilai, di masa penuh keterbatasan, anak memerlukan sarana untuk berekspresi, mengembangkan potensi diri, sekaligus menikmati hiburan yang dapat meningkatkan resiliensi. Karena itu, ia mendukung kegiatan bertema kesenian seperti pertunjukan seni virtual yang dilaksanakan SMA Unggul Del.
Latar belakang ‘Nada untuk Cita’
Kepala Sekolah SMA Unggul Del, Arini Desianti Parawi, menyampaikan bahwa pertunjukan seni virtual ‘Nada untuk Cita’ dilatarbelakangi menurunnya motivasi siswa akibat keterbatasan pembelajaran jarak jauh selama pandemi.
Ia mengatakan kondisi tersebut berpengaruh pada kemauan anak-anak untuk berkarya, berkreasi, dan melakukan praktik baik yang berdampak bagi diri sendiri maupun orang lain.




