Setjen KEK Perkuat Kerja Sama dengan BPS Jelang Sensus Ekonomi 2026
Sumber Foto: kek.go.id
Nasional

Setjen KEK Perkuat Kerja Sama dengan BPS Jelang Sensus Ekonomi 2026

Jakarta – Sekretariat Jenderal Dewan Nasional (Setdenas) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terus memperkuat dukungan terhadap penyediaan data untuk Badan Pusat Statistik (BPS). Hal ini disampaikan oleh Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Teknis dan Administrasi, Evaluasi Kegiatan 2025 dan Finalisasi Persiapan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang diselenggarakan oleh BPS di Jakarta, Kamis (14/11).

Dalam sesi Peran KEK dalam Transformasi Ekonomi Nasional dan Kolaborasi dalam Pengumpulan Data untuk Pembangunan Kawasan, Sekjen Edwin menjelaskan landasan pengembangan KEK serta kontribusinya dalam memperkuat pemerataan pembangunan dan daya saing nasional.

“Sebagaimana arahan Bapak Presiden RI yang disampaikan pada Juli 2025, bahwa KEK perlu mendukung kebutuhan data untuk BPS, khususnya untuk pencacahan dan perhitungan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Sekjen Edwin.

Sejak tahun 2023, Setdenas KEK telah bekerja sama dengan Lembaga National Single Window (LNSW) dalam pengembangan Dashboard Monitoring KEK. Saat ini, dashboard tersebut telah mengalami pemutakhiran dengan penyempurnaan elemen data, termasuk integrasi kebutuhan data BPS melalui Webform Pelaporan KEK yang menjadi bagian dari Sistem Aplikasi KEK.

Dalam paparannya, Sekjen Edwin melaporkan per 9 November 2025, sejumlah 291 Badan Usaha dan Pelaku Usaha telah menyampaikan pengisian data untuk Triwulan III 2025, melalui sistem dan telah divalidasi oleh Administrator KEK. Selain itu, BPS bersama Administrator KEK turut mendata sebanyak 214 Pelaku Usaha yang belum tercatat dalam sistem aplikasi KEK.

“Secara keseluruhan, BPS telah mengolah 489 dari 505 data perusahaan, atau sebesar 96,8% dari target pengolahan data. Adapun sejumlah KEK yang masih dalam proses penyelesaian pengolahan data meliputi KEK Arun Lhokseumawe, KEK Kendal, KEK Tanjung Lesung, KEK ETKI Banten, KEK Bitung, dan KEK Morotai”, ujarnya lebih lanjut.

Kondisi ini menunjukkan peningkatan kualitas pelaporan dan koordinasi antara Administrator KEK, BPS, dan LNSW. Upaya penguatan sistem pelaporan ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memastikan ketersediaan data yang lebih lengkap dan akurat bagi kebutuhan statistik nasional.

Forum ini menjadi momentum penting dalam memastikan kesiapan SE2026 sebagai sensus besar yang akan memetakan aktivitas ekonomi Indonesia secara menyeluruh. Kolaborasi antara BPS dan Setdenas KEK diyakini akan semakin memperkuat basis data ekonomi nasional, yang pada akhirnya mendukung perumusan kebijakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Turut hadir pada forum ini Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dan Kementerian Investasi/BKPM. (sa/in/nm)

X: @indonesia_sez

Instagram: @indonesia_sez

Tiktok: indonesia_sez