Sektor Manufaktur Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Sumber Foto: RRI.co.id
Nasional

Sektor Manufaktur Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, sektor industri pengolahan terus memberikan dampak positif bagi stabilitas keuangan. Menurutnya, bidang manufaktur saat ini memegang peranan vital sebagai penggerak roda ekonomi di tanah air.

Kinerja Industri Pengolahan Non Migas tercatat mampu tumbuh sebesar 5,17 persen sepanjang tahun 2025. Angka pertumbuhan tersebut secara meyakinkan telah melampaui capaian pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,01 persen.

“Sektor industri manufaktur Indonesia terus menunjukkan kinerja yang positif. Sektor ini menjadi penggerak utama perekonomian nasional,” ujar Agus di Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026.

Sektor industri pengolahan menyumbang nilai ekspor sangat fantastis yang mencapai angka 227,10 miliar dolar Amerika. Kontribusi sektor manufaktur terhadap produk domestik bruto nasional juga telah menyentuh angka 3.051,58 triliun rupiah.

Sektor otomotif menjadi salah satu pilar utama yang menyokong kekuatan struktur industri di dalam negeri. Sebanyak 41 pabrikan kendaraan roda empat kini memiliki kapasitas produksi hingga 2,59 juta unit setiap tahun.

Industri kendaraan bermotor nasional tercatat telah menyerap tenaga kerja langsung hampir seratus ribu orang penduduk. Total modal yang tertanam pada sektor strategis ini sudah mencapai angka sebesar 194,22 triliun rupiah.

Rasio kepemilikan mobil di Indonesia saat ini masih berada pada angka 99 unit per seribu orang. Kondisi tersebut menandakan bahwa pasar domestik memiliki ruang yang sangat luas untuk terus tumbuh secara maksimal.

Kinerja pengiriman kendaraan utuh ke luar negeri meningkat sebesar 9,7 persen menjadi 518.212 unit kendaraan. Pertumbuhan ekspor ini membuktikan bahwa daya saing basis produksi otomotif Indonesia tetap terjaga di kancah global.

Segmen kendaraan elektrifikasi mencatat lonjakan permintaan yang sangat pesat di tengah dinamika pasar otomotif nasional. Penjualan mobil listrik berbasis baterai meningkat tajam dari 43.194 unit menjadi total 103.931 unit kendaraan.

Pemerintah secara serius membangun ekosistem kendaraan listrik mulai dari sektor hulu hingga ke sektor hilir. Investasi pengembangan baterai kendaraan listrik secara terintegrasi diproyeksikan memberikan nilai tambah ekonomi sebesar 48 miliar dolar.

Pabrik sel baterai dengan kapasitas daya 10 GWh kini sudah mulai beroperasi untuk memperkuat rantai pasok. Sembilan perusahaan telah terlibat dalam program kendaraan rendah emisi dengan nilai investasi tambahan dua puluh triliun.

“Kami berharap penyelenggaraan Indonesia International Motor Show 2026 menjadi katalis penting untuk mempercepat pemulihan industri otomotif nasional. Sehingga memperkuat fondasi pertumbuhan, meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas adopsi kendaraan ramah lingkungan, serta mendorong investasi dan inovasi,” kata Menperin.