Sektor Manufaktur Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional 2026
Sumber Foto: garuda tv
Nasional

Sektor Manufaktur Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional 2026

Beranda – Ekonomi dan Bisnis – Ekonomi Nasional Menguat, Sektor Manufaktur Jadi Mesin Utama Pertumbuhan 2026

Ekonomi dan Bisnis

Menteri Perindustrian menegaskan dominasi sektor manufaktur dalam menopang ekonomi Indonesia, ditopang peningkatan ekspor, penurunan impor, dan penguatan struktur industri nasional. (Foto: Kemenperin)

Bagikan

Berita Terkini

Eksklusif di WhatsApp GarudaTV

Gabung

JAKARTA – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa industri manufaktur kini menjadi tulang punggung ekonomi nasional, memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas keuangan negara dan mendorong pertumbuhan jangka panjang.

Berdasarkan laporan terbaru Badan Pusat Statistik, kontribusi sektor pengolahan terhadap struktur ekonomi terus meningkat, kini mencapai 19,07 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Baca Juga

Dari Tanah Liat ke Harapan: Kisah Hena Gian Hermana Mengangkat Usaha Genteng Bersama BRI

“Industri pengolahan tidak hanya menjadi kontributor terbesar terhadap perekonomian. Sektor ini juga mendominasi pertumbuhan ekonomi nasional dibanding sektor lainnya,” ujar Menperin di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Agus menjelaskan, laju pertumbuhan manufaktur nasional melonjak hingga 5,30 persen, mengungguli performa dua tahun sebelumnya yang sempat melambat akibat tekanan eksternal dan penyesuaian pasar.

Data pemerintah mencatat, bidang ini menyumbang sekitar 1,07 persen pada total pertumbuhan ekonomi nasional, menjadi motor utama dalam memperkuat daya tahan industri dalam negeri.

Baca Juga

Menkeu Purbaya “Semprot” Analis TikTok & YouTube: Jangan Asal Sebut Ekonomi Kita Hancur!

“Jadi berdasarkan data BPS ini, terjadi kenaikan ekspor dan penurunan tren impor dalam tiga tahun terakhir. Hal ini membuktikan bahwa penguatan struktur industri nasional sudah terjadi,” tutur Agus.

Peningkatan nilai ekspor yang mencapai 7,03 persen memperlihatkan kinerja sektor industri nasional yang semakin efisien, sementara ketergantungan pada impor mulai menurun berkat peningkatan kapasitas produksi domestik.

Menperin menyebut, dorongan kebijakan pemerintah untuk memperkuat struktur industri berdampak langsung pada kinerja neraca perdagangan dan memacu daya saing produk nasional di pasar global.

Baca Juga

Jadi Agen BRILink, Wanita Merauke Sukses Kembangkan Usaha

“Sesuai arahan Bapak Presiden untuk memperkuat industri kecil, kami akan meningkatkan integrasi Industri Kecil ke dalam rantai pasok Industri Nasional. Hal ini tidak saja untuk memperkuat kemandirian industri dalam negeri tapi juga untuk pemerataan ekonomi nasional,” ucapnya.

Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen menghubungkan industri kecil dan menengah dengan jaringan manufaktur besar guna membangun ekosistem industri yang inklusif dan berdaya saing tinggi.

Kebijakan tersebut sekaligus mendukung visi Asta Cita dan Strategi Baru Industri Nasional (SBIN) yang menekankan transformasi ekonomi berbasis nilai tambah serta penciptaan lapangan kerja berkualitas.

Baca Juga

Washington Longgarkan Sanksi Minyak Rusia, 100 Juta Barel yang Transit Terdampak

Dengan struktur ekonomi yang semakin tangguh, Agus optimistis industri nasional siap menghadapi gejolak global dan melanjutkan tren pertumbuhan positif yang telah dibangun sepanjang tahun 2025.

“Pada tahun 2025, industri pengolahan mengalami tantangan yang sangat berat. Namun berkat arahan Bapak Presiden melalui Asta Cita dan diterjemahkan ke dalam Strategi Baru Industri Nasional (SBIN),” kata Agus menutup pernyataan.***

TAGGED: Agus Gumiwang Ekonomi Nasional ekspor Industri manufaktur Industri Pengolahan Menperin

Bagikan Berita Ini

Facebook

Bagaimana perasaanmu atas berita ini?

Love0

Sad0

Happy0

Angry0

Previous Article Bitcoin Ambruk 50%, Pasar Kripto Masuk Fase Crash Terburuk Sejak Tahun 2022 Bitcoin Ambruk 50%, Pasar Kripto Masuk Fase Crash Terburuk Sejak Tahun 2022

Next Article Panen Raya di Maros menjadi penanda dimulainya akselerasi serapan gabah BULOG menuju target 4 juta ton setara beras nasional 2026. Dirut BULOG-Menko Pangan Launching Serapan Gabah di Maros, Topang Target 4 Juta Ton Setara Beras 2026