Sektor Jasa Keuangan Sumbar Tunjukkan Pertumbuhan Positif di 2025
Sumbardaily.com, Padang – Kinerja sektor jasa keuangan di Sumatera Barat (Sumbar) menunjukkan capaian menggembirakan pada penutupan tahun 2025. Di tengah pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulan IV-2025 yang tercatat sebesar 1,69 persen secara tahunan (year on year/yoy), industri keuangan daerah dinilai tetap stabil dan berperan sebagai penggerak ekonomi.
Kepala OJK Sumbar, Roni Nazra, menyebutkan capaian tersebut mencerminkan arah pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Kinerja positif ini mencerminkan prospek pembangunan yang berkelanjutan di Sumatera Barat,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (7/2/2026).
Perbankan Tumbuh, Syariah Menguat
Dari sisi perbankan, total aset di Sumbar mencapai Rp85,37 triliun atau meningkat 1,64 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Penyaluran kredit maupun pembiayaan tercatat sebesar Rp73,86 triliun dengan pertumbuhan 0,68 persen, sementara penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp58,98 triliun atau naik 5,09 persen.
Perbankan syariah tampil menonjol dengan pertumbuhan yang lebih agresif. Nilai asetnya mencapai Rp14,36 triliun atau meningkat 10,58 persen, sedangkan pembiayaan tumbuh hingga 14,27 persen.
Di sisi lain, Bank Perkreditan Rakyat dan BPRS juga mencatat kenaikan aset sebesar 11,35 persen. Sebagian besar penyaluran pembiayaan—yakni 71,39 persen—difokuskan kepada sektor UMKM, memperkuat peran lembaga keuangan dalam mendukung ekonomi kerakyatan di Sumbar.
Investor Pasar Modal Melonjak
Minat masyarakat Sumbar terhadap investasi pasar modal juga meningkat tajam. Berdasarkan data Single Investor Identification (SID), jumlah investor mencapai 291.030 orang atau tumbuh 48,68 persen.
Instrumen reksa dana menjadi pilihan terbanyak dengan 275.780 investor. Sementara itu, jumlah investor saham meningkat 33,84 persen dan peminat Surat Berharga Negara (SBN) tumbuh 19,13 persen. Lonjakan ini menunjukkan semakin luasnya literasi dan partisipasi masyarakat dalam aktivitas investasi formal.
Fintech Lending Semakin Diterima
Perkembangan layanan keuangan digital turut memperkuat ekosistem pembiayaan di daerah. Outstanding pinjaman pada layanan fintech lending tercatat sebesar Rp1,57 triliun atau meningkat 20,69 persen.
Dari sisi risiko, tingkat kredit bermasalah pada indikator TWP90 justru menurun menjadi 1,88 persen. Capaian ini mengindikasikan kedisiplinan peminjam di Sumbar dalam memenuhi kewajiban pembayaran. Hingga akhir 2025, terdapat 408.031 rekening peminjam aktif yang memanfaatkan layanan tersebut.
Meski demikian, OJK mencatat rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan naik tipis ke level 2,67 persen. Angka tersebut masih berada dalam batas aman karena berada di bawah ambang 5 persen.
Edukasi dan Perlindungan Konsumen Diperkuat
Selain menjaga stabilitas industri, OJK Sumbar juga menaruh perhatian pada edukasi serta perlindungan konsumen. Sepanjang 2025, lembaga ini melaksanakan 87 kegiatan edukasi, terdiri dari 61 kegiatan tatap muka dan 26 melalui media sosial, guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap aktivitas keuangan ilegal.
Di bidang layanan pengaduan, tercatat 640 laporan masuk melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK). Beberapa isu utama yang dilaporkan masyarakat meliputi perilaku petugas penagihan, dugaan penipuan eksternal, restrukturisasi kredit, serta persoalan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Dengan berbagai indikator yang tetap terjaga, Roni Nazra menilai stabilitas sektor jasa keuangan di Sumbar memiliki prospek positif pada 2026. Kinerja ini diharapkan terus mendukung pertumbuhan UMKM, memperkuat inklusi keuangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah. (red)




