Satu Tahun DTSEN: Pemutakhiran Data Sosial-Ekonomi Libatkan Desa
Nasional
Satu Tahun DTSEN: Sinergi Data Sosial-Ekonomi Nasional Makin Solid, Pemutakhiran Kini Libatkan Desa
Februari 21, 2026
BonariNews
Bagikan Artikel
Jakarta, BonariNews.com – Satu tahun sudah Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) diberlakukan sejak 19 Februari 2025. Kebijakan ini lahir sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 yang menegaskan pentingnya basis data sosial-ekonomi nasional yang akurat, terintegrasi, dan dapat dimanfaatkan lintas lembaga untuk memastikan perencanaan serta penyaluran program pemerintah lebih tepat sasaran.
Momentum satu tahun DTSEN dirayakan dengan suasana hangat di Kantor Kementerian Sosial RI pada Jumat (20/2). Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menyerahkan kue tart kepada Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sebagai simbol apresiasi perjalanan awal DTSEN. Hadir pula Sonny Harry Budiutomo Harmadi dan Agus Jabo Priyono.
Dalam pernyataannya, Gus Ipul menegaskan bahwa DTSEN semakin kuat berkat pemutakhiran yang dilakukan tanpa jeda.
Gus Ipul mengatakan bahwa keberlanjutan pemutakhiran menjadi kunci akurasi data. Ia juga menekankan bahwa integrasi dengan pemerintah desa dan data lintas kementerian akan membuat DTSEN semakin presisi dan berdampak langsung pada efektivitas penyaluran program sosial.
Menurutnya, desa akan menjadi elemen penting dalam pemutakhiran berikutnya, mengingat desa adalah pusat dinamika sosial masyarakat. Dengan kolaborasi lebih luas, DTSEN diharapkan menjadi pondasi utama pengambilan kebijakan berbasis data di Indonesia. (Redaksi)
Post Views: 58
Tags: Agus Jabo Priyono, Amalia Adininggar Widyasanti, BPS, Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, DTSEN, Gus Ipul, kebijakan sosial ekonomi Indonesia, Kementerian Sosial, pemutakhiran data, Sonny Harry Budiutomo Harmadi
Navigasi pos
Terungkap! UMK-K Bisa Kalahkan Produk Murah di Tender Pemerintah, Ini Strategi Rahasianya!
Diplomasi Energi & Perdagangan: Lawatan Prabowo ke Washington D.C. Hasilkan Terobosan Besar untuk Indonesia
Tinggalkan Balasan
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *
Komentar *
Nama *
Email *
Situs Web
Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.




