Ripple Ekspansi Pembayaran Stablecoin ke 60+ Pasar Global
Sumber Foto: INDODAX
Teknologi

Ripple Ekspansi Pembayaran Stablecoin ke 60+ Pasar Global

Sentris Media - Ripple (XRP to IDR) memperluas platform pembayaran stablecoin untuk bank dan fintech dengan jangkauan lebih dari 60 pasar global. Infrastruktur Ripple Payments yang diperbarui itu juga telah memproses lebih dari US$100 miliar transaksi lintas negara.

Ekspansi ini dirancang untuk mempercepat pembayaran lintas negara sekaligus mengurangi ketergantungan pada sistem perbankan tradisional yang selama ini dikenal lambat dan mahal.

Ripple Tambahkan Fitur Lengkap untuk Pembayaran Stablecoin

Dalam pengumuman terbarunya, Ripple menyebut bahwa platform Ripple Payments kini mendukung alur pembayaran stablecoin yang lebih menyeluruh.

Sistem tersebut mencakup proses mulai dari pengumpulan dana, penyimpanan aset, konversi mata uang, hingga pengiriman dana ke penerima.

Dengan pembaruan ini, bank dan perusahaan fintech dapat menjalankan berbagai fungsi keuangan dalam satu platform.

Berikut layanannya:

Ripple mengatakan integrasi ini dirancang untuk menggantikan sistem lama yang biasanya membutuhkan banyak vendor untuk treasury, settlement, serta manajemen likuiditas.

Baca juga berita terkait:

Mengurangi Ketergantungan pada Sistem Perbankan Lama

Pembayaran lintas negara selama ini banyak bergantung pada jaringan correspondent banking. Dalam sistem tersebut, bank harus menempatkan dana di rekening luar negeri agar transaksi dapat diproses.

Metode tersebut kerap menimbulkan sejumlah kendala seperti:

waktu penyelesaian transaksi yang lama

biaya perantara yang tinggi

kebutuhan modal besar untuk rekening pra-dana

Ripple mencoba mengatasi masalah tersebut dengan memanfaatkan blockchain sebagai infrastruktur settlement. Dengan pendekatan ini, transaksi dapat diproses lebih cepat tanpa harus menahan dana di banyak negara.

Selain itu, jaringan ini terhubung dengan 51 sistem pembayaran real-time dan didukung lebih dari 20 mitra perbankan.

Beberapa perusahaan yang telah menggunakan layanan ini antara lain AMINA Bank, Banco Genial, MassPay, Corpay, AltPayNet, CambioReal, dan ECIB.

Mereka memanfaatkan Ripple Payments untuk berbagai kebutuhan, termasuk pembayaran lintas negara, transfer stablecoin ke fiat, hingga pembayaran bisnis di kawasan Asia Pasifik.

Integrasi Stablecoin RLUSD Semakin Diperkuat

Ekspansi platform ini juga berkaitan dengan strategi Ripple dalam memperluas penggunaan RLUSD, stablecoin yang dipatok terhadap dolar AS.

Saat ini RLUSD memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$1,5 miliar, menjadikannya salah satu stablecoin yang sedang berkembang dalam ekosistem pembayaran blockchain.

Ripple melihat stablecoin sebagai komponen penting dalam sistem pembayaran modern. Data industri menunjukkan bahwa volume transaksi stablecoin global mencapai sekitar US$33 triliun per tahun dan menyumbang sekitar 30% dari total aktivitas transaksi on-chain.

Dengan integrasi RLUSD, Ripple berupaya menyediakan alat settlement yang stabil dan efisien bagi lembaga keuangan.

Baca selanjutnya: Bagaimana Arah Harga Ripple (XRP) di Bulan Maret 2026?

Didukung Akuisisi Strategis

Perluasan layanan ini juga tidak terlepas dari langkah akuisisi yang dilakukan Ripple dalam beberapa waktu terakhir.

Perusahaan mengakuisisi Palisade, perusahaan yang bergerak di bidang custody dan otomasi treasury, serta Rail, platform yang memungkinkan pelanggan menyimpan dan menukar fiat serta stablecoin.

Ripple sebelumnya juga mengakuisisi Rail dengan nilai sekitar US$200 juta. Melalui integrasi teknologi dari kedua perusahaan tersebut, Ripple kini dapat menawarkan fitur tambahan seperti:

Regulasi dan Ekspansi Institusional

Ekspansi Ripple juga terjadi di tengah perkembangan regulasi kripto di Amerika Serikat.

Pada akhir tahun lalu, Office of the Comptroller of the Currency (OCC) memberikan persetujuan bersyarat bagi sejumlah perusahaan kripto, termasuk Ripple, untuk mengajukan charter bank kustodian nasional.

Jika disetujui sepenuhnya, entitas tersebut memungkinkan perusahaan mengelola aset digital dan cadangan stablecoin di bawah pengawasan regulator federal.

Meski demikian, bank kustodian tersebut tidak akan memiliki izin untuk menerima deposito atau memberikan pinjaman seperti bank tradisional.

Perkembangan ini menunjukkan semakin besarnya keterlibatan institusi keuangan dalam ekosistem blockchain.

Kesimpulan

Ekspansi Ripple Payments ke lebih dari 60 pasar menunjukkan bahwa teknologi blockchain semakin diterima sebagai infrastruktur pembayaran global.

Dengan mengintegrasikan stablecoin, custody, dan sistem likuiditas dalam satu platform, Ripple mencoba menawarkan alternatif yang lebih cepat dan efisien dibandingkan jaringan perbankan tradisional.

Langkah ini juga menandai semakin kuatnya peran stablecoin dalam sistem pembayaran lintas negara. Jika tren adopsi institusional terus meningkat, model pembayaran berbasis blockchain berpotensi menjadi bagian penting dari infrastruktur keuangan modern.

FAQ

Apa itu Ripple Payments dan apa fungsinya? Ripple Payments adalah platform pembayaran global berbasis blockchain yang dikembangkan oleh Ripple. Sistem ini memungkinkan bank, fintech, dan perusahaan pembayaran mengirim dana lintas negara lebih cepat dengan memanfaatkan aset digital dan stablecoin sebagai alat penyelesaian transaksi.

Mengapa stablecoin mulai digunakan untuk pembayaran lintas negara? Stablecoin digunakan karena nilainya relatif stabil dibanding aset kripto lain. Dalam pembayaran internasional, stablecoin dapat mempercepat settlement, mengurangi biaya konversi mata uang, dan mengurangi kebutuhan rekening pra-dana di berbagai negara.

Apa itu RLUSD dalam ekosistem Ripple? RLUSD adalah stablecoin milik Ripple yang dipatok terhadap dolar AS. Token ini dirancang untuk mendukung pembayaran global, menyediakan likuiditas dalam jaringan Ripple, serta mempermudah konversi antara mata uang fiat dan aset digital.

Bagaimana blockchain dapat mempercepat transaksi internasional? Teknologi blockchain memungkinkan transaksi diproses langsung melalui jaringan digital tanpa banyak perantara. Hal ini membuat proses settlement bisa berlangsung lebih cepat dibanding sistem perbankan tradisional yang sering melibatkan beberapa bank koresponden.

Ripple Payments awalnya dikenal menggunakan XRP sebagai aset likuiditas dalam transaksi lintas negara. Namun dalam perkembangannya, platform ini juga mendukung stablecoin dan mata uang fiat sehingga institusi dapat memilih metode settlement yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.

Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.

Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.

INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.