Rezky Aditya Dorong Pembinaan Atlet Padel untuk Prestasi Nasional
JAKARTA, KOMPAS.TV - Popularitas padel di Indonesia terus menanjak. Lapangan baru bermunculan, komunitas tumbuh cepat, dan olahraga ini mulai dilirik sebagai cabang potensial untuk prestasi.
Aktor Rezky Aditya melihat momentum tersebut sebagai peluang besar, bukan sekadar tren gaya hidup, tetapi ruang kontribusi nyata untuk negara.
Menurut Rezky, pembinaan atlet sudah mulai dilakukan sejak beberapa bulan terakhir. Fasilitas latihan pun terus dimaksimalkan, termasuk penggunaan lapangan di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan.
"Kalau pembinaan atletnya sih kita udah mulai dari 3-4 bulan yang lalu. Kita udah mulai ngadain latihan bersama dan segala macamnya. Apalagi sekarang kita udah ada lapangan sebelumnya di Bintaro, udah kita datang di sana," ujarnya saat ditemui KompasTV di Monarch Padel Pejaten, Jakarta, Sabtu (14/2/2026).
Menurutnya, proses pembinaan atlet Padel tak bisa dilakukan instan. Talenta harus diasah sejak dini agar tidak kehilangan momentum.
"Kalau bibit-bibit tumpulnya terus-terusan kita asah, semakin lama akan semakin mendapatkan siapa yang terbaik," ujarnya.
"Semoga Monarch bisa berkontribusi untuk negara Indonesia untuk berprestasi di bidang federal. Belum ada sih sejujurnya. Semoga-moga setelah ini semakin ke depannya Monarch bisa berkontribusi di federal Indonesia."
Tren Jadi Prestasi
Rezky menilai padel memiliki potensi besar berkembang di level internasional. Apalagi dengan adanya agenda multi-event seperti Asian Games yang membuka peluang cabang olahraga baru untuk dikenal lebih luas.
"Kita bangun komunitasnya yang awal, kita bikin ekosistemnya yang baru, supaya semuanya hidup sinambungan yang long lasting gitu," katanya.
Ia optimistis semakin banyak orang mencoba padel, semakin besar pula peluang lahirnya atlet berbakat.
"Semoga dan yakin padel akan terus berkembang, apalagi dengan adanya Asian Games, mungkin ke depannya bisa masuk Olympic, itu semakin awareness atau semua orang akan mencoba padel," ujarnya.
"Dan aku yakin sih, orang yang belum pernah coba, pada saat coba pasti akan kecanduan atau apa namanya ketagihan gitu ya, ketagihan untuk main."
Rezky bahkan mengakui belum pernah merasa “se-addict” ini pada olahraga lain.
"Aku sih dari dulu dicoba juga misalnya main bola, main basket, tenis, jet ski, semua olahraga aku juga coba tapi belum pernah sih aku se-addict sama olahraga seperti padel ini," katanya.
Di tengah maraknya lapangan padel di Jakarta, Rezky menegaskan, fokusnya bukan hanya bisnis. Ia mengaku arah utama yang kini dibangun adalah kontribusi bagi komunitas.
"Karena kita percaya kalau komunitas terbantu dan kontribusi ke masyarakat itu berjalan, otomatis bisnis akan berjalan," ujarnya.
Sejak awal, perhitungan bisnis memang sudah dilakukan. Namun, setelah fasilitas berdiri, orientasi diarahkan pada pembinaan dan pemberdayaan komunitas.
"Setelah udah buka, ya kita beralih ke arah kontribusi ke masyarakat, yang terbaik," ucapnya.
Pengembangan atlet dilakukan melalui klub dan akademi. Sistem pendanaan pun melibatkan sponsor yang masuk melalui kolaborasi brand.
"Jadi sekarang kita kan punya club, biaya dana dari sponsor biasanya untuk komunitasnya. Jadi, si atlet-atlet yang kita bina itu sebenarnya ada sponsor-sponsor yang masuk dari brand yang kita ajak kolaborasi," ujarnya.
Rezky berharap ekosistem ini mampu melahirkan atlet yang kelak bisa tampil di panggung internasional. Dengan komunitas yang kuat, fasilitas memadai, dan dukungan sponsor, padel tak lagi sekadar tren urban, melainkan jalan baru menuju prestasi olahraga Indonesia.




