Relawan Sigap Pantau Pantai Selatan Yogyakarta Pasca Gempa Pacitan
KULON PROGO, KOMPAS.com – Gempa bumi bermagnitudo 6,5 yang mengguncang Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) dini hari dirasakan hingga wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Para relawan dari Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) langsung sigap menuju ke area pantai selatan untuk membaca tanda alam. Gelombang laut dipastikan terpantau normal.
Guncangan itu terasa sekitar pukul 01.06 WIB dengan pusat gempa berada 89 kilometer tengara Pacitan pada kedalaman 10 kilometer.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo, Aris Widiatmoko, mengungkapkan bahwa sesaat setelah gempa terasa, anggota SRI langsung memeriksa area pantai untuk mengamati kondisi pasang surut air.
“Begitu gempa terasa cukup kuat, kami langsung koordinasi lewat grup. Ada anggota yang mengirim video kondisi pantai. Itu memang prosedur,” kata Aris saat dihubungi Kompas.com, Jumat pagi.
Menurut Aris, mayoritas anggota SRI Wilayah V tinggal di sepanjang pantai selatan, termasuk kawasan Trisik.
“Tujuannya untuk memastikan apakah ada perubahan tidak wajar pada air laut. Kalau misalnya ada potensi tsunami, itu biasanya kelihatan jelas dari surutnya air,” jelasnya.
Punya Kepekaan Membaca Tanda Alam
Relawan pantai cek situasi laut Pantai Glagah di Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ia menambahkan, warga lokal yang sehari-hari hidup di pesisir memiliki kepekaan tersendiri dalam membaca tanda-tanda alam.
“Warga sini itu sudah paham. Mana pasang surut yang normal, mana yang tidak. Kalau ada kejanggalan, langsung dilaporkan ke grup, lalu kami teruskan,” ujar Aris.
Berbeda dengan sebagian masyarakat yang memilih menjauh dari pantai saat gempa, relawan justru memastikan kondisi laut terlebih dahulu sebelum mengambil langkah lanjutan.
“Kami cek dulu. Pastikan aman. Setelah itu baru kami sampaikan ke anggota lain dan masyarakat,” katanya.
Berdasarkan hasil pemantauan hingga Jumat pagi menunjukkan kondisi pantai selatan Kulon Progo dalam keadaan aman.
Gelombang laut terpantau normal dan aktivitas warga kembali berjalan seperti biasa.
“Pagi ini sudah dilakukan patroli. Kondisi aman, gelombang normal, tidak ada kejadian menonjol. Aktivitas masyarakat juga sudah kembali normal,” ujar Aris.
Hingga saat ini, SRI Kulon Progo juga belum menerima laporan adanya kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut.
“Untuk kerusakan, sampai pagi ini belum ada laporan. Semua aman,” katanya.




