Relawan Masjid di Aceh Tamiang Diteror dengan Bangkai Hewan
Sumber Foto: Kompas.com
Sosial

Relawan Masjid di Aceh Tamiang Diteror dengan Bangkai Hewan

ACEH TAMIANG, KOMPAS.com – Relawan Masjid Nurul Ashri asal Yogyakarta yang saat ini tengah berada di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, diduga mendapatkan aksi teror bangkai hewan.

Berdasarkan informasi dari akun resmi Instagram Masjid Nurul Ashri, bangkai hewan yang terbungkus dalam kantong plastik biru tersebut diletakkan tepat di depan posko mereka.

"Kami datang untuk membantu, bukan mencari musuh. Tapi, hari ini kami justru diteror," tulis akun @masjidnurulashri dikutip Kompas.com, Selasa (24/2/2026).

Keterangan Jubir Pemkab Aceh Tamiang

Juru Bicara (Jubir) Pemkab Aceh Tamiang, M Farij, membenarkan peristiwa tersebut.

Penemuan bangkai hewan itu terjadi di depan posko relawan yang berada di Desa Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda.

"Iya benar, sudah saya tanyakan ke Pak Camat, Datok (Kepala Desa), dan juga ustaz di sana. Infonya memang relawan ini menemukan bungkusan dan setelah dibuka ternyata bangkai anjing yang sudah berulat," kata Farij saat dikonfirmasi Kompas.com via telepon.

Farij mengungkapkan, selama ini, belum pernah ditemukan adanya aksi atau kejadian teror bangkai hewan di Aceh Tamiang.

Hanya saja, diakuinya, kawasan Sungai Liput memang banyak anjing berkeliaran lantaran adanya perkebunan.

"Memang relawan itu sudah membuat laporan ke Polsek. Polsek sampaikan kami tidak pernah di Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda, itu konflik internal atau mayoritas dan minoritas, itu tidak pernah. Tidak pernah pun di Aceh Tamiang kejadian seperti itu," ujarnya.

Farij mengaku merasa aneh dengan aksi teror itu.

Musababnya, mereka adalah relawan yang selama ini membersihkan masjid serta membantu warga korban terdampak banjir di Aceh Tamiang.

"Maksudnya aneh juga kami baru-baru kejadian seperti itu. Artinya gini, relawan itu bagus, selama ini pun mereka membersihkan masjid, aksi mereka bagus, mulia, dan tidak ada masalah," ucapnya.

Dugaan Bangkai

Farij menduga, bangkai tersebut merupakan hewan yang tertabrak kendaraan roda empat atau bangkai yang memang dibuang ke jalan.

Menurutnya, anjing di kawasan Sungai Liput memang sering lalu lalang di jalan.

"Karena tidak ditanam, dimasukkan saja ke dalam plastik usai ketabrak dan diletakkan di situ, mungkin tercampak dekat posko relawan, dugaannya seperti itu," katanya.

"Kalau memang niatnya teror, motifnya apa? Kan tidak nyambung, korelasinya tidak ada. Ngapain neror relawan, mereka membersihkan masjid. Kami sangat senang relawan datang membantu, kok malah diteror, kan aneh,” tuturnya.

Atas kejadian ini, kata Farij, pihaknya melalui pemerintah tingkat kecamatan akan menjumpai relawan tersebut untuk menanyakan informasi lebih lanjut terkait insiden tersebut.

"Pada dasarnya Pak Datok (Kepala Desa) juga sudah menjumpai mereka dan relawan telah membuat laporan ke Polsek," tuturnya.