Relawan Banjir di Aceh Tamiang Diteror Bangkai Anjing di Depan Posko
Kepolisian sampai saat ini belum menerima laporan dari relawan maupun masyarakat terkait kasus teror tersebut.
20:10:45
Kepolisian Resor Aceh Tamiang menyelidiki informasi adanya relawan yang diteror dengan kantong plastik berisi bangkai anjing di kawasan Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.
Kepala Polres Aceh Tamiang Ajun Komisaris Besar Polisi Muliadi mengatakan pihaknya sampai saat ini belum menerima laporan dari relawan maupun masyarakat terkait kasus teror tersebut.
"Sampai saat ini, belum ada pihak relawan maupun masyarakat setempat datang ke polres maupun polsek untuk membuat laporan polisi terkait kejadian tersebut," kata Muliadi saat dihubungi dari Banda Aceh, Rabu (25/2), sebagaimana diberitakan Antara.
Meski belum ada laporan, jajaran kepolisian melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait peristiwa tersebut untuk memastikan kejadian itu ada kaitannya dengan teror atau tidak.
"Atau ada ketidaksengajaan masyarakat membuang sampah," ujar Muliadi.
Dari hasil penyelidikan sementara kepolisian belum ditemukan adanya konflik sosial sebelum kejadian tersebut.
"Kami juga mengimbau kepada relawan bila membutuhkan pengamanan, silakan menghubungi kantor polisi terdekat. Kami siap melayani dan memberikan pengamanan kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Muliadi.
Kesaksian Relawan
Sementara itu, Satrio Widiantoro, relawan Masjid Nurul Ashari, mengatakan dugaan teror bangkai anjing itu terjadi pada Senin (23/2).
Kantong plastik berisi bangkai anjing tersebut diletakkan di depan posko relawan di Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang
"Kami merasa kantong berisi bangkai anjing tersebut sebagai bentuk teror. Namun, kami tidak tahu apa maksud pelaku membuang kantong plastik berisi bangkai anjing tersebut di depan posko," kata Satrio.
Selama ini, menurut Satrio, hubungan dan komunikasi rekan-rekan relawan dengan masyarakat setempat berjalan harmonis. Selama tiga bulan di daerah itu, tidak pernah ada konflik relawan dengan masyarakat.
"Masyarakat juga jengkel mengetahui kejadian tersebut. Masyarakat juga bertanya-tanya mengapa ada pihak yang mengganggu keberadaan relawan. Kami berharap kejadian serupa tidak terulang," kata Satrio.
ADVERTISEMENT




