Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan Rp561 Juta untuk Pemulihan Korban Banjir Aceh Tamiang
Sumber Foto: Pranala.co
Sosial

Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan Rp561 Juta untuk Pemulihan Korban Banjir Aceh Tamiang

Pranala.co, ACEH TAMIANG – Proses pemulihan pascabencana banjir di sejumlah wilayah Sumatera masih berlangsung. Kerusakan infrastruktur, terbatasnya akses air bersih, terganggunya aktivitas pendidikan, hingga kebutuhan pemulihan psikososial menjadi tantangan yang belum sepenuhnya tertangani.

Kondisi tersebut mendorong PT Pupuk Kalimantan Timur atau Pupuk Kaltim kembali menyalurkan bantuan lanjutan sekaligus menurunkan relawan ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, salah satu daerah terdampak paling parah.

Bantuan yang disalurkan mencapai lebih dari Rp561,25 juta. Dana tersebut merupakan hasil penggalangan donasi bertajuk “Charity for Sumatera” dalam rangkaian Pupuk Kaltim Fest akhir 2025, yang melibatkan karyawan, keluarga besar perusahaan, serta masyarakat Bontang.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui sinergi Badan Pembinaan Umat Islam (BPUI) Pupuk Kaltim dan Yayasan Baiturrahman, serta dijalankan lewat program Sahabat Baik SalamAid. Skema ini berbasis pendataan kebutuhan riil di lapangan agar bantuan tepat sasaran.

Salah satu relawan Pupuk Kaltim, Cahyono Iwan Kusumo, menjelaskan tim berkoordinasi dengan aparat setempat dan relawan lokal guna menghindari tumpang tindih bantuan.

“Fokus kami pada kebutuhan yang belum terpenuhi, baik logistik maupun fasilitas pendukung lainnya. Koordinasi penting agar distribusi efektif dan benar-benar menjawab kebutuhan mendesak,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Menurut Iwan, luasnya wilayah terdampak menjadi tantangan tersendiri. Di sejumlah titik pengungsian, ketersediaan bahan makanan relatif mencukupi, tetapi peralatan untuk mengolahnya terbatas. Karena itu, kebutuhan kompor gas, perlengkapan dapur, dan sarana memasak menjadi prioritas tambahan.

Bantuan yang disalurkan meliputi penyediaan air bersih, kebutuhan bayi, kasur, kompor gas, perlengkapan sekolah, serta dukungan logistik distribusi di lapangan.

Air bersih dan layanan kesehatan menjadi perhatian utama karena banyak sumber air warga tercemar akibat luapan banjir. Kebutuhan bayi dan perlengkapan sanitasi juga dinilai krusial untuk menjaga kesehatan kelompok rentan.

Pupuk Kaltim turut menyalurkan perlengkapan sekolah guna membantu anak-anak kembali beraktivitas belajar. Dukungan ini diharapkan mempercepat pemulihan psikologis sekaligus menjaga keberlanjutan pendidikan di tengah kondisi darurat.

Ketua Yayasan Baiturrahman Pupuk Kaltim, Wawan Ari Susanto, menambahkan bahwa pihaknya juga menyalurkan bantuan Al-Qur’an ke sejumlah wilayah terdampak. Bantuan tersebut diharapkan menjadi penguat spiritual masyarakat, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.

“Kolaborasi ini mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang tumbuh kuat di lingkungan Pupuk Kaltim,” ujar Wawan.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Gusrizal, menegaskan kepedulian terhadap korban banjir di Sumatera merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir di tengah masyarakat. Hal itu sejalan dengan nilai perusahaan yang menempatkan keberlanjutan dan tanggung jawab sosial sebagai pilar utama.

“Dukungan ini bukan sekadar simpati, melainkan wujud nyata tanggung jawab sosial perusahaan dalam memperkuat solidaritas kebangsaan,” kata Gusrizal.

Menurut dia, perusahaan tidak bergerak sendiri. Penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah hingga pusat agar terintegrasi dengan kebijakan dan kebutuhan di lapangan.

Bagi Pupuk Kaltim, keberadaan industri harus memberi dampak positif, tidak hanya di wilayah operasional, tetapi juga bagi masyarakat Indonesia secara luas. Penurunan relawan ke wilayah terdampak menjadi simbol empati sekaligus tanggung jawab moral untuk membangun kembali harapan warga yang terdampak bencana.

“Sejak bencana terjadi, kami bergerak bersama, dan komitmen itu berlanjut hingga saat ini sebagai wujud kehadiran Pupuk Kaltim bagi saudara-saudara kita di Sumatera,” tutup Gusrizal.