Prabowo Siap Jadi Mediator Konflik Timur Tengah, Kritikan Herwin Sudikta Terkait Prioritas Pemerintah
Sumber Foto: FAJAR
Nada Tengah

Prabowo Siap Jadi Mediator Konflik Timur Tengah, Kritikan Herwin Sudikta Terkait Prioritas Pemerintah

Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk berperan sebagai mediator dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, terutama setelah serangan yang mengakibatkan tewasnya sejumlah pejabat Iran. Pernyataan ini memicu respons kritis dari pegiat media sosial, Herwin Sudikta, yang berpendapat bahwa pemerintah seharusnya lebih fokus pada isu-isu domestik yang belum terselesaikan.

Kritik Terhadap Prioritas Pemerintah

Herwin Sudikta menegaskan bahwa masih banyak masalah dalam negeri yang memerlukan perhatian serius. Ia mengungkapkan, "Urusan dalam negeri aja masih amburadul mau sok jadi pahlawan," saat dihubungi oleh wartawan pada Senin (2/3/2026).

Lebih lanjut, ia mengharapkan agar Presiden Prabowo memberi perhatian lebih besar terhadap pekerjaan domestik yang dianggap masih menumpuk. "Come on Woo, kerjaan lu banyak Wo," ujarnya dengan nada sindiran.

Herwin juga menyoroti sejumlah isu yang belum teratasi, seperti kebijakan di sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pernyataan pejabat mengenai anggaran pendidikan. Ia menyebutkan, "Dirut BUMN lu main impor mobil sembarangan, Seskab lu ngomong ngaco tentang pemotongan anggaran pendidikan," mengingatkan pentingnya menyelesaikan masalah domestik sebelum melangkah ke kancah internasional.

Sentilan Terhadap Wakil Presiden

Dalam kritiknya, Herwin juga menyebut nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan nada sarkastik. Ia menyarankan agar urusan mediasi diserahkan kepada Gibran, dengan berkata, "Kenapa gak lu suruh Fufufafa (Wapres Gibran, red) aja yang jadi mediator?".

Herwin menambahkan bahwa aktivitas Presiden Prabowo yang sering bepergian ke luar negeri sejak dilantik dianggapnya sebagai "jalan-jalan gratis dibayarin rakyat," menekankan perlunya fokus pada isu-isu yang lebih mendesak di dalam negeri.