Polres Bekasi Tegas Berantas Knalpot Brong Selama Ramadan
PR BEKASI - Penggunaan knalpot tidak sesuai standar atau yang kerap disebut knalpot brong dilaporkan meningkat menjelang bulan Ramadan. Kebisingan yang ditimbulkan dinilai mengganggu ketertiban masyarakat dan berpotensi memicu konflik di lingkungan permukiman.
Kapolres Polres Metro Bekasi, Kombes Sumarni, menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap penggunaan knalpot bising tersebut. Penindakan tegas disiapkan, termasuk pemotongan knalpot langsung di lokasi sebagai efek jera. Razia oleh jajaran Satlantas saat ini tengah digencarkan.
Keluhan masyarakat terkait kebisingan malam hari disebut menjadi dasar peningkatan penertiban. Aktivitas warga yang lebih panjang selama Ramadan, mulai dari berbuka, tarawih, hingga menjelang sahur, dinilai turut memicu peningkatan penggunaan knalpot brong.
Periode setelah salat tarawih hingga dini hari dipetakan sebagai waktu rawan gangguan ketertiban. Pada jam tersebut, potensi konvoi, balap liar, hingga tindak kriminal dinilai meningkat sehingga pengawasan diperketat.
Peningkatan patroli telah dilakukan sejak sore menjelang waktu berbuka. Sejumlah titik rawan kriminalitas dan kemacetan disisir secara rutin. Kegiatan patroli disebut dilaksanakan oleh seluruh polsek di wilayah Kabupaten Bekasi.
Selain pengawasan malam, patroli sahur juga digelar. Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan membantu warga bangun sahur, tetapi juga mengantisipasi balap liar, tawuran, geng motor, serta potensi kejahatan lainnya.
Jaringan Media PR
Pada awal Ramadan, patroli lalu lintas turut mengungkap kasus peredaran narkotika. Dua pelaku asal Subang berinisial WW dan DN diamankan bersama 23 paket sabu yang disamarkan dalam kemasan permen.
Sinergi dengan masyarakat terus didorong untuk menjaga keamanan lingkungan. Sistem keamanan lingkungan (siskamling) di tingkat RT/RW diharapkan ikut berperan aktif. Laporan masyarakat melalui layanan darurat 110 disebut akan langsung ditindaklanjuti oleh petugas terdekat.***




