Polres Aceh Tamiang Selidiki Teror Bangkai Anjing Terhadap Relawan
Sumber Foto: VOI.id
Sosial

Polres Aceh Tamiang Selidiki Teror Bangkai Anjing Terhadap Relawan

BANDA ACEH - Kepolisian Resor Aceh Tamiang menyelidiki informasi adanya relawan yang diteror dengan kantong plastik berisi bangkai anjing di kawasan Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.

Kapolres Aceh Tamiang AKBPMuliadi mengatakan pihaknya sampai saat ini belum menerima laporan dari relawan maupun masyarakat terkait kasus teror tersebut.

"Sampai saat ini, belum ada pihak relawan maupun masyarakat setempat datang ke polres maupun polsekuntuk membuat laporan polisi terkait kejadian tersebut," kata Muliadi dilansir ANTARA, Rabu, 25 Februari.

Meski belum ada laporan polisi, kata Kapolres, jajaran kepolisian melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait peristiwa tersebutuntuk memastikan kejadian itu ada kaitannya dengan teror atau tidak.

"Atau ada ketidaksengajaan masyarakat membuang sampah," imbuhnya.

Dari hasil penyelidikan sementara, tambah Kapolres, belum ditemukan adanya konflik sosial sebelumkejadian tersebut.

"Kami juga mengimbau kepada relawan bila membutuhkan pengamanan, silakan menghubungi kantor polisi terdekat. Kami siap melayani dan memberikan pengamanan kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Muliadi.

Kantong plastik berisi bangkai anjing tersebut diletakkan di depan posko relawan di Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang

"Kami merasa kantong berisi bangkai anjing tersebut sebagai bentuk teror. Namun, kami tidak tahu apa maksud pelaku membuang kantong plastik berisi bangkai anjing tersebut di depan posko," katanya.

Selama ini, kata dia, hubungan dan komunikasi rekan-rekan relawan dengan masyarakat setempat berjalan harmonis. Selama tiga bulan di daerah itu, tidak pernah ada konflik relawan dengan masyarakat.

"Masyarakat juga jengkel mengetahui kejadian tersebut. Masyarakat juga bertanya-tanya mengapa ada pihak yang mengganggu keberadaan relawan. Kami berharap kejadian serupa tidak terulang," kata Satrio.