Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21% di 2025, Melampaui Nasional
JAKARTA - Perekonomian DKI Jakarta menunjukkan kinerja solid sepanjang 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Jakarta tumbuh 5,21 persen dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,11 persen.
Kontribusi Jakarta terhadap perekonomian nasional tetap dominan. Sepanjang 2025, Jakarta menyumbang 16,61 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai capaian tersebut sebagai hasil kerja kolektif seluruh elemen kota. Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat disebut berperan aktif menjaga stabilitas ekonomi.
"Pertumbuhan ekonomi Jakarta yang melampaui rata-rata nasional adalah buah dari kolaborasi," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (5/2).
Ia menambahkan, pemerintah daerah berupaya menjaga iklim usaha tetap kondusif. Di saat yang sama, pelaku usaha terus menciptakan nilai tambah dan masyarakat tetap aktif dalam aktivitas ekonomi.
Sepanjang 2025, hampir seluruh lapangan usaha di Jakarta mencatatkan pertumbuhan positif. Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menjadi yang tertinggi dengan pertumbuhan 9,33 persen.
Sektor Transportasi dan Pergudangan tumbuh 8,69 persen. Sementara itu, sektor Jasa Lainnya mencatat pertumbuhan 8,46 persen.
BPS menilai kinerja tersebut mencerminkan pemulihan kuat sektor berbasis mobilitas dan konsumsi masyarakat. Pariwisata dan aktivitas ekonomi perkotaan kembali menjadi motor pertumbuhan.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama ekonomi Jakarta. Kontribusinya mencapai 62,80 persen terhadap total perekonomian daerah.
Selain konsumsi, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menyumbang 33,79 persen. Konsumsi pemerintah tercatat berkontribusi sebesar 13,20 persen.
Struktur ini menunjukkan pentingnya menjaga daya beli masyarakat. Investasi juga dinilai menjadi kunci keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Jakarta.
Momentum pertumbuhan ekonomi menguat pada Triwulan IV-2025. Pada periode tersebut, ekonomi Jakarta tumbuh 5,71 persen secara tahunan.
Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh 8,40 persen pada triwulan tersebut. Jasa Lainnya tumbuh 8,32 persen, sedangkan Jasa Perusahaan mencapai 8,11 persen.
Menurut Pramono, penguatan ekonomi di akhir tahun tidak terlepas dari kebijakan stimulus yang diterapkan Pemprov DKI Jakarta. Stimulus diarahkan untuk menggerakkan aktivitas ekonomi dan menjaga lapangan kerja.




